Artikel || Opini || Catatan || Cerita || Puisi || Motivasi ¤ BERKARYA UNTUK SEMUA ¤

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

UST. SYAFIUDDIN, GURU PANUTAN ISTIQOMAH

(salah satu guru senior PP.  Banyuanyar)


______________
_Innalillahi Wa Innaa Ilaihi Roojiun..._

Telah berpulang Ust. Syafiuddin Syahid. Pada hari Senin tanggal 17 September 2018 / 07 Muharram 1440 di RS. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan Madura.

Pesan Alm. Ust. Syafiuddin yang sangat sering disampaikan kepada santri Banyuanyar ;

 *"Jhe' toju'en e bankunah gurunah, karena cangkolang, ben ngurangeh barokanah elmoh"*

_(Jangan duduk di bangku gurunya, karena Cangkolang  dan mengurangi barokanya ilmu)._
______________


Kali ini kita hanya bisa mengenang betapa mulia jasa dan pengabdiannya kepada kita dan Banyuanyar tercinta. Seolah kita tidak terima secepat ini beliau pergi.

Kepergiannya adalah peristiwa dimana Banyuanyar kehilangan salah  saseorang figur terbaiknya, guru tauladan, penyabar dan istiqomah dalam membimbing para santri.

Kepergiannya adalah peristiwa duka yang sangat mendalam bagi kita semua, santri Banyuanyar. Tapi apalah daya... Panggilan Tuhan telah sampai pada gilirannya.

Santri Banyuanyar tak lepas dari didikan mulianya. Disaat kita masih santri baru pasti beliaulah yang mengenalkan kita apa Banyuanyar, bagaimana meraih barokah dan ilmu di Banyuanyar, hingga bagaimana menjadi santri yang baik Banyuanyar.

Beliau adalah pengantar bagi kita untuk menjadi santri Banyuanyar yang sebenarnya.

Beliau salah satu yang memberi contoh seperti apa istiqomah sebenarnya. Ya, setidaknya beliau menjadi cerminan santri Banyuanyar dalam amalan istiqomah, sebagaimana yang menjadi prinsip Banyuanyar. Gerakan satu tekad Istiqomah.

Bisa diingat bagi yang telah menjadi alumni dan dirasakan bagi yang sedang menyantri, sulit sekali didapati kegiatan bersama beliau libur, seperti ajian kitab (pot. kata santri). Hal  itu menjadi sebuah cermin bagi kita, seperti apa amalan Istiqomah yang sebenarnya.

Dan kali ini, tiada upaya untuk membalas semua jasa bimbingannya kepada kita, kecuali panjatan doa, semoga beliau senantiasa berada di tempat yang tenang di alam sana, diterima semua amal baiknya dan diampuni semua dosa dosanya. Aamiin...

_"Allahummaghfirlahu, Ustadunaa,  Warhamhu Wa Afihi Wa'fuanhu, Aamiin!"_

|Senin, 17 September 2018
|07 Muharram 1440

______________
|Penulis : M Siryi Zamil, Santri Banyuanyar tahun 2009-2015.

>>>>>
Dapatkan Bonus 50$ dan Gandakan sampai 500$.
100% Tanpa modal.
Cara untuk menuju dunia Forex.
link:
https://idnfbs.forex/?ppu=6896266
Share:
Read More

ANDAIKAN MATERI PELAJARAN SAMA DENGAN ISI SURAT CINTA


Bagi pelajar, isi surat cinta lebih menarik daripada materi pelajaran.

Surat cinta lebih gampang terespon oleh saraf daripada materi pelajaran. Satu informasi tentang hubungan kasih sayang seorang teman dalam sebuah kelas belajar dapat berlipat ganda menjadi informasi berjalan bagi mereka, sehingga terus diisukan dan disebarkan ke teman teman yang lain.

Begitu sering saya mengisi di kelas kelas setingkat SMP dan juga SMA, serta sering pula saya menguji bagaimana penangkapan para siswa terhadap sebuah text bacaan, baik dari modul sekolah maupun karya ilmiah sejenis artikel. Namun mayoritas mereka tidak dapat langsung memahami yang dibacanya, seolah hanya dapat membacanya dengan intonasi yang bagus.
Caption from INI's diary

Sebaliknya, saya juga begitu sering menemukan, jika sejenis surat cinta yang mereka kena baca, seolah terpahami secara dalam, sampai muncul anggapan anggapan yang dikembangkan menjadi narasi narasi. Makanya, tak jarang terlihat dimana diantara mereka yang tak saling sapa lantaran sakit hati, cemburu, iri dan sejenisnya.

Bisa dimaklumi, jika seusia pelajar SMP dan SMA lebih tertarik pada isi bacaan sejenis surat cinta, karena gaya bahasa surat cinta lebih emosional, lebih sejalan dengan masa keremajaan dan pubertasnya, daripada materi Aljabar dalam modul Matematika, yang kerap kali membuatnya mengeluh pusing dan sakit kepala.

Ya, maklum, namun saya hanya berenung, andaikan materi pelajaran menjadi bacaan yang emosional yang sangat menyentuh perasaan, sebagaimana isi surat cinta yang membuat mereka selalu tersenyum bahagia, bagi para pelajar di bangku sekolah dan mahasiswa di bangku kuliah, betapa luas wawasan yang akan dimiliki,  betapa dalam pengetahuannya, dan betapa cerdas pikirannya.[]

|Penulis : M Siryi Zamil
|Jember, 14 September 2018 |Room, 20.00
Share:
Read More

MISTERI, MUNGKINKAH TERJADI ?



Tentang kejadian tadi malam, Aku jadi ingat Kiyosi, seorang para normal muda yang lagi tenar di televisi, bahkan punya tayangan rutin di ANTV. Dia bisa menebak kejadian yang sudah dilalui dan bahkan masa mendatang yang penuh misteri. Memberi saran dan solusi untuk peristiwa nanti. Kalau kita melogika, kita tidak pernah mengerti mengapa Dia dengan begitu yakin menebak apa yang telah dan akan terjadi. Hem !

Hal yang sama Aku alami. Tidak tau bagaimana harus menyikapi. Coba saja bayangkan, ada seorang paranormal menebak tentang lika-liku masa lalumu ; kejadian masa kecilmu, prinsipmu, karaktermu, hingga wanita yang diidamankan olehmu, siapa dan seperti apa wanita yang lagi nengejarmu. Dan semua itu betul sekali sesuai perasaanmu. Lalu Dia juga meramal masa depanmu. Dia berkata bahwa engkau kelak akan disukai oleh seorang bangsawan di kampung halamanmu, dan mengawinkan putrinya yang cantik denganmu, tahtanya iamanahkan kepadamu. Orang tersebut juga meramal bahwa kelancaran rezeki dan keistimewaan selalu datang kepadamu. Kata Dia, mulia hidupmu.

Sebagai insan yang patuh dalam beragama, Aku yakin kau berpikir bahwa meyakininya dengan berlebihan adalah syirik dalam agama. Semua yang Dia katakan tentang kejadian masa lalu, Kau boleh mempercayainya. Namun yang bersifat masa depan Kau hanya bisa berusaha dan berdoa serta menggantungkan pada Tuhan yang mengetahuinya, sambil memperhatikan apa nanti kejadiannya.  Atau ada saran dan pencerahan lain ? Monggo, ditunggu sharingnya !


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 7 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 24 Mei 2018 |Kamarku, 12.49
Share:
Read More

TROUBLE ONLINE


Yesterday's note

Seharian Aku dibuat gelisah lantaran trouble pada signal Telkomsel. Tidak bisa online, tidak bisa buka FB, WhatsApp dll. Baca buku malas, yang ada hanya mengantuk, kepala  meneler. Aku pun mencoba telentangkan badan sampai betul pulas, bangunnya jadi sakit leher. Begitulah kejadian, biasanya selalu asyik megang ponsel, tapi tidak hari ini hanya akibat signal trouble.

Dengan kejadian di atas, ada kalanya kita berpikir bahwa hal itu bisa sebuah teguran bagi yang suka online. Jika Puasa saat ini biasa kita isi dengan menekuni layar android dan nenghindari lembar halaman Al-Qur' an, hari ini bergegas tadarrusan, buka buku bacaan, atau menjumpai kawan untuk sekedar berbincang keutamaan Ramadhan. Lebih baik, bukan !

Semoga kita selalu ingat bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana pahala dilipatgandakan. Segera menuju perubahan, kurangi android-an perbanyak baca Al-Qur'an serta terus lakukan amal kebaikan. Sekian !


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 4 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 20 Mei 2018 |Planet, Ahad, 22.08
Share:
Read More

PENDIDIK PANCASILA SEJATI




Megawati Soekarnoputri. Baru saja diangkat sebagai Dewan Pembina BPIP. Tugasnya membina dan mempancasilakan kader negeri, digaji Rp.112 jt / bulan, gaji yang sangat tinggi, melebihi gaji presiden Jokowi. Betapa mahalnya ideologi Pancasila, seolah melebihi isi kitab suci, padahal guru ngaji tidak pernah menerima sepeser pun gaji.

Sepekan setelah ditetapkannya sebagai pembina BPIP,  Megawati dengan partainya, PDIP, memberikan contoh amalan Pancasila yang sejati, menggeruduk sebuah kantor redaksi dengan tindakan anarki. Itukah contoh seorang Dewan Pembina BPIP, yang katanya ahli dan ingin menguatkan ideologi negeri ? Bukan ! Bagiku, itu bukan tindakan pancasilais,  tidak juga sejalan dengan nilai demokrasi. Harusnya berdiskusi dan menuntut pihak redaksi, bukan langsung main menghajar dan menghabisi. Dengan satu tindakan anarki itulah, publik mulai mengecap Dewan Pembina BPIP mencederai ideologi.

Bagiku, selama ini yang berperan mendidik dan menanamkan Ideologi Pancasila adalah golongan pemuka agama, habaib, para ulama dan para kyai bahkan juga para guru ngaji.

Mereka mendidik anak bangsa di masjid-masjid,  musholla, juga surau tiap sore dan malam hari. Mereka ajarkan tentang Tuhan yang maha Esa, serta mengajarkan bagaimana bersembah padaNya. Mereka ajarkan kitab suci, yang berisi bagaimana Mereka berucap jujur, bertindak adil dan beradab. Mereka ajarkan tentang pentingnya silaturrahim mempererat tali persaudaraan dalam beragama dan berbangsa. Serta diajarkan segala tentang hakikat hidup yang baik, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat hingga bernegara, yang semuanya terkandung dalam Pancasila. Mereka melakukan semua itu ikhlas tanpa gaji. Mereka sungguh mengabdi.

***

Jadi, pemerintah perlu menyadari bahwa selama ini, para ulama, habaib, serta guru ngaji memiliki didikan Pancasila yang tak diketahui terhadap kader negeri dan itu semua dilakukan tanpa gaji. BPIP harus belajar malu kepada guru ngaji. Salam Mengabdi !


| Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 5 Ramadhan 1439 H.
|Jember,  02 Mei 2018 |Musholla,19.59
Share:
Read More

INDONESIA 73 TAHUN


Selamat Hari Ulang Tahun, Indonesia!

"Semogalah bangsa kita senantiasa diridhai Allah, menjadi bangsa yang maju, bermoral, berbudaya, sejahtera, dan aman sentosa!"

***

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Kibarkan merah putihmu, karena dengannya, bangsa lain di dunia melihat Indonesia ada sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan berjaya, dan dengannya dunia menyaksikan betapa cintanya kita pada bangsa sejuta pulau yang kaya raya ini.

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Pastikan hari ini tidak ada lapangan yang menganggur, lantaran merah putih ingin berkibar tinggi, dengan penggelaran upacara, dalam rangka berdoa bersama, memperingati, serta menyemangati putra bangsa  untuk Indonesia lebih merdeka.

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Berkumpulah dan hormatlah kepada sang saka merah putih serta tanamlah dalam hati rasa cinta yang besar kepada bangsa kita tercinta, bangsa Indonesia.

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Berharap Indonesia lebih berkembang untuk menjadi bangsa yang maju, serta tidak bergantung pada bangsa lain yang ingin merubah peradaban dan menguasai kekayaan alam.

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Berati 73 tahun lalu, pahlawan bangsa telah memproklamasikan kemerdekaan setelah sebelumnya berjuang mati-matian mengusir penjajahan.

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Dulu para pahlawan berjuang demi kemerdekaan. Kenanglah mereka sekarang. Mari berdoa, semoga mereka senantiasa dalam keadaan tenang di alam sana, serta kenanglah jasa mereka, karena dengan keringat darahnya, sampai saat ini dapat kita rasakan. Dan mari dekap erat erat, lindungi bangsa kita dari segala bentuk penjajahan.

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Usia yang mulai menua. Para bapak bangsa mulai banyak pensiun menjaga bangsa. Bersiaplah para pemuda, karena di pundakmu amanah bangsa akan dititipkan untuk melanjutkan perjuangan. Besemangat dan bersiaplah untuk bangsa kita maju lebih gemilang.

Hari ini adalah Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke 73. Usaha kita saat ini dan kedepan menentukan peradaban bangsa. Jadikanlah Indonesia bangsa yang bermoral, bersuku suku dengan budaya yang beranikaragam, aman, sejahtera dan berkeadilan.

Mari berdoa, semoga bangsa kita, Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan yang maha Esa.

Salam, kami santri, berjuang untuk negeri. Jayalah Indonesia!


| Penulis : *M Siryi Zamil
| Jember, 17 Agustus 2018 | Room, 15.00
Share:
Read More

BERPIKIR SAMBIL BERTINDAK


Beberapa tahun yang lalu, saya kenal seseorang (tak perlu saya sebutkan namanya). Usianya sedikit tua, sekira 45 tahun, rumahnya di kawasan kota Jember.

Tak jarang saya mendatanginya dan meminta pendapat atau solusi kepadanya. Memang sejak pertama kali saya duduk dan berbincang dengannya, banyak sekali solusi yang dapat saya ambil darinya. Ya, kata orang akademisi, orang semacam itu solutif wawasannya.

Dalam ranah belajar, saya semenjak itu lebih suka bertukar pemikiran atau pengalaman dengan orang-orang yang kadar kedewasaannya di atas saya, baik yang lebih tua maupun, yang pendidikannya lebih tinggi daripada saya.

Dan kau tau, orang itu selain lebih tua juga pendidikannya jauh lebih tinggi, dan mungkin prestasi di masa mudanya lebih ada ketimbang saya. Bayangkan di usianya yang ke 21, dia sudah lulus S1 dan pada usia 25 tahun lulus S2. di salah satu Universitas terkemuka di Jember. Semangat pendidikannya luar biasa.

Di awal-awal semester pertama, saya mendatanginya untuk bertanya dan meminta solusi kepadanya, seputar perjalanan mengajar karier oleh anak seusia saya. Dia mengarahkan bahwa kalau masalah karier, agar tidak seperti dia. Ya, dia bilang "jangan seperti saya! ". Saya pun sedikit bingung, mengapa tidak, orang pandangan saya, dia berpengetahuan tunggi dan berpengalaman luas, bahkan pengalaman kerjanya dimana-mana.

Dia pun bercerita, sejak di bangku sekolah dia fokus belajar hingga lulus dari perguruan tinggi pun dia mencari kerja dan fokus bekerja. Lama sekali kerja di Bank, pernah juga menjadi karyawan di Metro TV di Surabaya. Namun tidak lama pindah lagi ke Bank dan banyak perusahaan lagi yang dia singgahi sebagai tempat kerjanya. Namun saat ini berhenti bekerja disana.

Sekarang malah mendaftar jadi guru honorium biasa. Dia bilang bahwa teman-teman sebayanya dan bahkan teman-teman angkatan setelahnya sudah banyak yang menjadi PNS dan setidaknya guru sertifikasi. Kata dia, sekarang mereka tenang hidupnya.

"Terkadang untuk meraih impian, orang itu hanya selalu berpikir saja, ia enggan bertindak, usaha itu tidak akan bisa. Ada juga hanya bertindak saja tanpa berpikir bagaimana kedepan nasib yang menimpa, ia juga sangat sulit bisa, contonya saya. Yang paling baik itu, berpikir sambil bertindak, ia tak henti berencana dan bekerja buat rencananya" Ujarnya. Saya pun membenarkan sembari menganggukkan kepala.

"Makanya, kalau soal karier jangan seperti saya" Tegasnya.

"Lalu, apa menurut jenengan solusi terbaik bagi orang seperti saya, pak?" Tanyaku.

"Di tengah membludaknya pengangguran seperti saat ini, bagi mahasiswa sepertimu, ya sekolah dan berusaha untuk sambil bekerja" Jawabnya.

Dari percakapan di atas, menjadi renungan bagi saya dan juga siapa saja, yang membaca tulisan ini, bahwa yang terbaik itu, adalah ketika kita berpikir dan sambil bertindak. Makna turunannya, sekolah sambil bekerja dan masih banyak turunan lainnya.


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Sampang,  25 Juni 2018 |Rumah,  11.00
Share:
Read More

MELURUSKAN ISUE SURAT YANG DITULIS KEPADA PROF. MAHFUD MD.

®M Siryi Zamil*

Tak menyangka, postingan status Surat untuk Prof.  Mahfud MD. pada tanggal 31 Mei lalu itu juga diexpose di beberapa media. Untuk sementara media tersebut adalah suara.com, beritahukum.com dan juga Regamedianews.com, salah satu media online yang terpusat di Madura. Kemungkinan akan ada media lain yang menyusul untuk mengekposenya juga, karena setelah viralnya tulisan tersebut banyak yang nginbox via messengger, yang salah satunya adalah admin merdeka.com, aku sudah balas inboxnya, namun sampai saat ini belum dibuka.

Memang pertama kali posting di status FB-ku, berjam-jam lamanya hanya beberapa orang saja yang suka. Karena sedikit yang suka, aku copas kemudian diposting di grup Komunitas Kabar Madura, 2019_Ganti_Presiden, dan beberapa grup lainnya serta juga di grup WA. Di grup-grup itulah, tulisan sederhana, polos dan terbuka itu banyak kali dibagikan, komentar, dan juga suka, bahkan sampai mencapai 1000 penyuka.

Aku juga mempostingnya di grup sebelah,  Indonesia Mendukung Ahok (IMA), Disanalah tulisan itu disanggah-sanggah, sedikit yang suka namun komentar melimpah. Aku dihujat dan dibully dengan sangat parah, tulisan tersebut serba salah. Aku memaklumi karena hampir semua yang tergabung di grup itu, denganku tidak seakidah, pemikirannya pun tidak searah.

Mereka mengira, aku menjelek-jelekkan dan benci Prof. Mahfud MD. Semua dalam grup itu menuai kontroversi. Sembarang mereka katakan, mulai dari mengatakan bodoh dan menyuruhku belajar lagi, hingga mengataiku iri kepada Prof. Mahfud, yang bergaji tinggi dan ah..., pokoknya banyak sekali. Aku tersinggung jika menanggapinya dengan hati. Akhirnya aku tidak buka pemberitahuan di grup itu lagi. Komentarnya pedas sekali. Padahal...  andaikan isi tulisan itu dipelajari dan dikaji, tidak ada disana unsur benci, melainkan rasa cinta yang tinggi kepada Prof. Mahfud MD,  sebagai putra Madura kebanggan kami. Dalam tulisan itu, penulis tidak mengatakan malu dan benci kepada Prof. Mahfud MD. lantaran beliau yang bergaji tinggi, melainkan penulis berharap beliau kembali seperti dulu lagi, yang kerap juga menimbrung memberikan solusi untuk negeri, peduli rakyat dan negeri, apalagi saat ini yang pecah belah di rezim presiden Jokowi. Kami berharap beliaulah seharusnya menjadi penyalur suara hati, bukan malah sebaliknya mendampingi presiden Jokowi yang telah menyakiti hati umat Islam dan ulama kami. Penulis yakin, duduknya beliau di bagian BPIP berpotensi menimbulkan sebagian besar rakyat mem-bully Prof. Mahfud MD. Rakyat bisa-bisa semakin membenci. Makanya, Itu yang tidak kita inginkan terjadi.

***

Jadi, Kami tidak benci Prof. Mahfud MD. Kami siap bersama Prof. Mahfud MD. Dan berharap, bersama rakyat pula beliau membangun negeri, bukan penguasa yang telah banyak persekusi dan menyakiti para ulama dan guru kami. 


|Tulisan Ketujuhbelas Ramadhan 1439 H.
|Jember,  03 Mei 2018 |Sofa kantor, 12.49
Share:
Read More

NASIB UANG SEKALI MAKAN


 "Apa pentingnya uang ratusan ribu rupiah dengan nasib kotaku lima tahun ke depan"

***

Debat Publik antar pasangan calon bupati Sampang di JTV, Selasa lalu (19 Juni 2018) sedikit membuka tabir koreksi masyarakat terhadap para pasangan calon bupati Sampang. Melalui acara itu masyarakat dapat dengan mudah menilik dan mengkaji lebih dalam untuk menentukan calon pemimpin pilihannya, mulai dari prinsip dan karakternya, keilmuan dan leadershipnya dan juga program kerja mereka untuk menindaklanjuti perkembangan Sampang ke depan. Dan bagaimana sepak terjang mereka terhadap perubahan Sampang ke depan menjadi sorotan utama bagi masyarakat Sampang dan sekitarnya.

Dalam paparan awal saat ketiga pasangan calon menyampaikan program kerja masing masing. Sebagian banyak persoalan yang perlu dihentaskan di kabupaten Sampang mereka menklarifikasinya secara detail dan terbuka. Mulai dari problem sosial, kemiskinan, ekonomi, pendidikan, serta kurang adanya dan meratanya pembangunan di kabupaten Sampang.

Persoalan tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama. Masyarakat Sampang secara umum memiliki kewajiban berupaya untuk meningkatkan moto pendidikan yang dapat dilakukan dengan penambahan  sekolah tinggi dan sekolah-sekolah negeri di bagian daerah-daerah terpencil dan juga program beasiswa bagi masyarakat yang tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi, adanya kepedulian terhadap kaum petani dan peningkatan potensi interpreunership masyarakat untuk mengatasi sebagian persoalan ekonomi, seperti penginvestasian modal dan pemasaran yang saat ini juga dapat dilakukan dengan media online, serta harus adanya pemerataan pembangunan oleh pemerintah, khususnya jalan yang sejauh ini kurang diperhatikan.

Dalam penyampaiannya oleh H. Hermanto Subaidi (calon bupati) dan H. Suparto (calon wakil bupati, sebagai pasangan calon nomor 2, atas nama MANTAP, mereka mengakui bahwa sejauh ini Sampang sebagai daerah paling tertinggal bahkan se-Jawa Timur.

Sebagai masyarakat Sampang, menyaksikannya, saya sedikit merasa sinis,  karena saya sendiri dilahirkan dan dibesarkan, serta juga mengenyam sebagian pendidikan di Sampang, namun sampai saat ini Sampang masih menyandang list sebagai daerah paling tertinggal dari empat kabupaten di Madura, dan bahkan se-Jawa Timur. Sebagai masyarakat Sampang kita harus merasa berhutang budi untuk turut memajukan Sampang lebih baik dan terdepan dalam segala bidang.

Apalagi acara itu tersiar secara terbuka, khususnya kepada masyarakat Madura. Saya terbayang akan menjadi bahan gunjingan teman-teman saat berkumpul bersama mereka yang dari Pamekasan, Sumenep dan Bangkalan di tempat rantau, dimana mereka memang kerap kali melakukan hal tersebut. Sampai mereka pun mengatakan bukan jalan kendaraan, pendidikannya tertinggal, dan tak jarang ketika mereka menggunjing masalah jalan kendaraan, mengatakan “jeren natap”, bagi kami itu sebuah majas yang bisa mengkerutkan daun telinga sepasang.

Dengannya, saya tidak sedang mengkritisi ketiga pasangan calon yang saat ini sedang merebut kursi nomor satu kabupaten Sampang. Hanya saja, saya dan mungkin banyak warga Sampang lainnya mempertanyakan hasil kinerja pemerintah Sampang sekarang dan pada periode silam. Apa kerja mereka selama lima tahun memegang jabatan?

Dalam hati, saya berdoa semoga pertanyaan tersebut juga bersemayam dalam hati para pasangan calon sekarang, khususnya bagi yang nanti mendapat mandat jabatan, untuk nanti dapat berpotensi menimbulkan besarnya rasa peduli terhadap segala bentuk krisis di kabupaten Sampang. Sehingga mereka benar-benar fokus untuk melakukan perubahan, menjadikan Sampang lebih baik ke depan.

Saya juga tidak sedang menjadi timses (tim sukses) dari salah satu pasangan calon yang sekarang. Ya, hati saya tidak terpikat pada calon bupati dan wakil bupati, H. Salamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat, pasangan calon nomor 1, yang bernama JIHAD, meskipun mencitrakan sebagai pejuang dalam Islam, tidak pula jatuh hati pada H. Hisan dan H. Abdullah, pasangan calon nomor 3 dengan nama HISBULLAH  yang berarti partai Allah, apalagi MANTAP, sebagai nomor 2, yang  diprakarsai oleh H. Hermanto Subaidi dan H. Suparto. Itu semua ala lumranya, merupakan bagian bentuk pencitraan, seperti para pasangan calon di tempat-tempat lainnya. Juga belum tentu setelah jadi nanti bisa melebihmajukan Sampang. Akan tetapi kita tetap berusaha dan mendoakan semoga Sampang ke depan menjadi lebih baik dan berkembang serta betul-betul mewujudkan perubahan.

Dengan itu, mari kita kenali calonnya dan tentukan pilihannya. Pilihlah yang sekiranya bisa mengangkat Sampang lebih maju menuju perubahan yang lebih baik dan gemilang.

Berpikirlah untuk Sampang jangka panjang. Bukan seperti kebiasaan masyarakat awam, dimana mereka lebih suka merapat terhadap pasangan calon yang beruang (money politic).

Pikirkan, jangan tukar masa depan Sampang dengan uang sekali makan. Ada baiknya semua masyarakat Sampang untuk berhati- hati dalam memilih pasangan calon pemimpinnya, khususnya bagi mereka yang ber-money politic, karena tanpa disadari mereka sedang menanam modal, awas jika nanti mereka menang memegang jabatan, dia akan kembali menarik modal, melantarkan janji-janji yang telah dikampanyekan. Itulah sebagian besar alasan mengapa suatu daerah tidak bisa berkembang.

Mari bersama, wujudkan perubahan untuk Sampang lebih baik, menuju perubahan gemilang.(*)

|Sampang, 21 Juni 2018

______________________
Penulis : *M Siryi Zamil
Civitas : Forum Silaturrahmi antar Santri dan Alumni Sampang (FORSIASA).*
Share:
Read More

SALAM DARI MADURA UNTUK PROF. MAHFUD MD.

"Ada baiknya, menyampaikan kepada atasan dan jajaran kerjamu, bahwa di tengah sulitnya lapangan kerja seperti sekarang kami tersinggung dengan gaji selangit itu"

®M Siryi Zamil


Selamat buat Prof. Mahfud MD yang telah menerima jabatan megah,  sebagai bagian dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dengan gaji sekecil Rp.100 juta. Gaji kecil menurut Prof. Mahfud, tapi tidak bagi kami, rakyatmu, yang sedang bingung mencari pekerjaan, bahkan harus mengungsi ke negeri seberang.


Prof...

Salam sejahtera buatmu, yang saat ini sedang duduk manis menikmati teduhnya kantor baru, BPIP. Kami yakin kantormu sangat tenang dan nyaman,  karena dilengkapi sarana yang mewah meruah. Kursimu empuk,  beroda,  dapat diputar-putar, pasti nyaman untuk ongkang -ongkang kaki saat mendudukinya. Tapi kami tidak tau bagaimana dan seperti apa kerjaanmu. Dengan gaji setinggi itu,  pasti kerjaanmu sangat melelahkan, menguras tenaga dan pikiran. Bayangkan saja,  kami yang tiap hari,  pergi pagi pulang sore, mencangkul dan membajak sawah di bawah terik Matahari,  penghasilan masih kurang memenuhi. Selamat buatmu Prof. Mahfud MD. !


Prof...

Aku yang menulis surat ini,  asli kelahiran Sampang Madura, tempat kelahiran yang sama denganmu, Prof... Aku sejak kecil, waktu di Bangku SD, sangat mengagumimu,  bangga dengan kehebatanmu, dan ingin sekali  jadi sepertimu. Kata orang-orang, Prof. Mahfud adalah satu-satunya negarawan yang berasal dari Madura. Ya, kau adalah kebanggaan orang Madura. Tapi kali ini, Prof. Mahfud mulai berubah, tidak seperti dulu lagi. Dulu Prof. Mahfud selalu bersama rakyat atau pro rakyat. Tapi sekarang tidak lagi sesuara dan tidak pula setindak dengan rakyat. Jika dulu kau sering kritik sistem dan pengusa Indonesia, tapi sekarang sebaliknya, kau musuhi rakyat, kau tuduhkan yang tidak baik terhadap rakyat. Apa yang sedang terjadi denganmu, Prof ...


Prof ...

Saat ini kau sedang disoroti rakyat tentang jabatan barumu sejak sepekan lalu, terkhusus tentang gajimu yang sedemikian besar,  namun kau anggap kecil. Menurut kami gaji anggota BPIP itu di luar kewajaran lantaran jumlahnya terlalu tinggi di tengah-tengah melemahnya ekonomi negara kita, dan itu tak sesuai dengan beban kerja anggota badan. Kami berani mengatakan bahwa praktik kebijakan seperti itu tidak Pancasilais, mengingat kondisi kesenjangan rakyat yang luar biasa pada saat ini. Ayolah berpikir sejenak, Prof, tentang perekonomian negara kita yang semakin krisis.


Prof...

Perlu kau tau, bahwa praktik ini dilakukan di berbagai lembaga negara dengan mengalokasikan gaji, honorarium, dan remunerasi yang berlebihan sehingga menguras anggaran negara. Sumber pemborosan negara berasal dari praktik seperti ini. Ini namaya praktik pemborosan birokrasi, dan ini bahkan bisa lebih parah dibanding zaman Orde Baru, dibandingkan dengan kondisi ekonomi dan utang Indonesia yang tengah membengkak. Pada masa orde baru, jumlah APBN hanya sekitar Rp 60-70 triliun tetapi utang terkendali. Jumlah APBN sekarang tidak kurang dari Rp 2.000 triliun tetapi haus utang. Sebabnya tidak lain karena praktik pemborosan di birokrasi semacam BPIP dan lembaga-lembaga negara lainnya...


Prof...

Jika kau menjadi anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, untuk membina rakyat menjadi pancasilais, dengan gaji sedemikian tinggi, kami juga bisa mengajarkan anak-anak kami untuk mencintai Indonesia dan berpancasila tanpa mau menerima gaji sepeser pun. Ayolah, cintailah Indonesia. Katakan kepada segenap atasanmu juga teman sejajaranmu untuk mencintai indonesia tanpa pamrih. Gajimu setinggi itu malah dapat membuat Indonesia krisis dan sakit. Itu jelas bukan tindakan cinta tanah air, dan buka pula tindakan pancasilais.

Sekali lagi kami tegaskan bahwa jika praktek pemborosan seperti ini terus dilakukan, maka birokrasi akan memakan negara, pasak memakan tiang. Memang tidak ada hubungan langsung yang signifikan antara gaji Rp 112 juta dan utang yang besar. Tetapi praktik kolektif  "empire builders'' seperti ini akan menguras anggaran negara secara boros dan tidak produktif.


Terakhir ...

Salam buat Prof. Mahfud MD dari rakyat Madura, Sampaikan kepada atasanmu dan jajaran kerjamu,  bahwa di tengah sulitnya lapangan kerja seperti sekarang kami tidak suka dan merasa tersinggung dengan gaji selangitmu.

SEKIAN !

|Tulisan Ketigabelas Ramadhan 1439 H
|Jember,  31 Mei 2018 ( Kamarku, 18.25)
Share:
Read More