Artikel || Opini || Catatan || Cerita || Puisi || Motivasi ¤ BERKARYA UNTUK SEMUA ¤

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

PERSPEKTIF ISLAM DAN AKAL SEHAT TERHADAP "VALENTINE'S DAY"


SEJARAH, MAKNA DAN ASAL MULA VALENTINE'S DAY

Sumber Ilustrasi : www.voa-islam.com

14 Februari. Tangal itu merupakan hari perayaan terhadap dihukum matinya seorang pahlawan kristen yaitu: Santo Valentine, kejadian ini terjadi tepat pada tanggal 14 februari 270 M.

Valentine adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama. Itulah makna dibalik nama valentine day's, sekarang mari kita lihat bagaimana sejarah asal mula hari Valentine Day's itu. Hari raya ini adalah salah satu hari raya bangsa Romawi Paganis (yang menyembah berhala), bangsa romawi telah menyembah berhala semenjak 17 abad silam.

Tentang sejarah valentine ini ada banyak versi yang menyebutkan, tetapi dari sekian banyak versi menyimpulkan bahwa hari valentine tidak memiliki latar belakang yang jelas sama sekali.

Perayaan ini telah ada semenjak abad ke-4 SM, yang diadakan pada tanggal 15 februari, perayaan yang bertujuan untuk menghormati dewa yang bernama Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Acara ini berbentuk upacara dan di dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan.

Sementara itu, pada 14 Februari 269 M meninggallah seorang pendeta kristen yang juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan yang bernama Valentine. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tidak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya. St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya.

Sejak kematian Valentine (14 februari), kisahnya menyebar dan meluas, hingga tidak satu pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya. Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada anak dan cucunya sampai pada tingkat pengkultusan. Ketika agama Katolik mulai berkembang, para pemimipin gereja ingin turut andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya mereka menemukan pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine.

Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria yang dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal perayaan tersebut menjadi 14 Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai bentuk penghormatan dan pengkultusan kepada Santo Valentine. Dengan demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan diganti dengan "Valentine Days". Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Begitulah sebagian sejarah asal mula Valentine's Day sebagaimana yang dilansir dari immanta.com

Sesuai perkembangannya, Hari Kasih Sayang tersebut menjadi semacam rutinitas ritual yang mendunia, tak terkecuali di Indonesia. 
Valentine’s Day diasumsikan sebagai Hari Kasih Sayang, dimana orang-orang mengekspresikan kasih sayang tersebut dengan cara bertukar kado, memberi kartu ucapan, memberi coklat, memberi bunga, menyatakan cinta karena dianggap momen yang tepat, dan hal lainnya juga dianggap sebagai moment yang paling indah dan romantis dengan pasangannya. Agar tidak kelihatan formal, peringatan ini dibungkus dengan hiburan atau pesta-pesta.
Valentine’s Day.

VALENTINE'S DAY DALAM AKAL SEHAT

Valentine's Day dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang. Menunjukkan kasih sayang adalah hal yang baik, tetapi lebih baik lagi jika tidak dilakukan hanya pada tanggal 14 Februari.
Bagi muslim yang berakal sehat, Valentine’s Day adalah suatu moment yang tidak pantas dan sangat ironis dirayakan oleh kita, karena sudah jelas kita bisa berbagi kasih sayang setiap hari, kepada keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang di sekitar dengan cara yang khas dan baik. Kita bisa menunjukkan kasih sayang dengan berbagai cara, misalnya berkumpul bersama keluarga, menyediakan waktu untuk sahabat, memberi perhatian pada mereka, dan lain-lain.

Dalam hal lain, Valentine's Day pada umumnya dirayakan dengan pesta dan huru-hara yang menimbulkan efek negatif seperti kekacauan dan keborosan. Tak jarang, Valentine dijadikan ajang untuk menyalurkan hawa nafsu. Sedangkan berkumpul setiap hari dengan orang-orang terdekat akan membuat kita berbagi kasih dengan cara yang positif.

Namun perlu kita sadari bahwa selama ini kita lebih terenyuh kata "kasih sayang" daripada mencoba memahami dan mengkaji dari mana asal budaya tersebut dan nilai yang terkandung di dalamnya. Pasalnya, banyak sekali orang yang salah kaprah dalam menyikapi moment tersebut.

Valentin’s Day adalah budaya orang-orang barat yang dirayakan setiap tahun dengan perayaan yang sangat meriah dan mengglobal. Moment dalam pada itu merupakan moment sangat amoral dan sangat dilarang bagi kaum muslim. Karena hampir semua orang yang merayakan hari tersebut bukan sekedar memberi bunga dan coklat tapi jauh dari itu menghalalkan dirinya berhubungan badan (free sex) dalam memuaskan ekspresi kasih sayangnya. Bisa dinalar dengan akal sehat bahwa Valentine's Day dapat merusak moral anak bangsa karena tidak sesuai dengan norma bangsa yang berdasar agama, seperti Indonesia.

Bangsa kita berbeda dengan bangsa barat yang ada di Eropa. Di Amerika, seminggu sebelumnya dan seminggu setelahnya di moment Valentine's Day dikenal dengan "Condom Week" (Pekan Kondom Nasional), karena dengan perayaan itu dikhawatirkan akan terjadi pertumbuhan penduduk yang sangat luar biasa. Di Inggris, dikenal "The National Impotent's Day" sebagai hari sex bebas Nasional.

Di Indonesia sebagaimana survei salah satu surat kabar yang dilakukan oleh 314 responden bahwa pada tahun 2005 pada moment Valentine's Day ditemukan data 24% remaja Indonesia melakukan jalan-jalan, makan, ciuman dan hubungan sex, pada tahun 2006, ditemukan 54 % di kota Bandung melakukan hubungan sex, di Jakarta 51%, dan pada tahun 2008, berdasarkan survei oleh Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) ternyata ditemukan data yang lebih mengejutkan 62,7 % remaja SMP melakukan hubungan sex. Sungguh memprihatinkan, bukan!

Sadarlah, bahwa Valentine's Day bukan berasal dari Indonesia. Perayaan Valentine's Day adalah budaya Barat yang menyebar luas di dunia dan menjadi kebiasaan. Banyak remaja Indonesia yang sebenarnya tidak mengetahui tentang sejarah Valentine's Day. Tidak mengetahui apa makna dan tujuan Valentine's Day. Jadi, bisa dibilang kebanyakan dari mereka hanya ikut-ikutan karena zaman. Ikut-ikutan tanpa tahu asal-usulnya tidak baik lho! Beberapa diantara mereka  tahu bahwa Valentine's Day adalah budaya non muslim tapi tetap merayakan karena gengsi atau tidak peduli pada hukum merayakan Valentine's Day.

VALENTINE'S DAY DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Islam tidak pernah mengharamkan dengan yang namanya Cinta, bahkan Allah telah memberikan ruang untuk Cinta dengan menafikkan dirinya dengan sifat Ar Rahman dan Ar Rahim (Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). 

Allah SWT. berfirman kepada kita semua dalam Al-Qur an,  bahwa kuta memang dhiaskan atau diberikan perhiasan yaitu dengan tertariknya kita terhadap wanita, anak-anak, emas, perak dannlainnya. Itu semua dinamakan perhiasan-perhiasan dunia.

Allah tidak mengharamkan cinta, tapi Allah mengaturnya secara khas dan baik, sehingga kita dapat menyalurkannya dengan baik pula.
Berbeda dengan pemahaman remaja di era sekarang dimana perhiasan-perhiasan itu dimaknai dengan nafsu dan penyaluran yang salah.

Dalam Islam, merayakan Valentine's Day bukanlah cerminan perilaku umat Islam. Umat islam memang diperintahkan untuk mengasihi saudaranya, tetapi tidak dengan cara yang salah. Jika kita ingin berkasih sayang, bukan berarti harus berkiblat pada Valentine's Day, bukan? Sadar atau tidak, Valentine's Day telah menyempitkan kasih sayang menjadi hanya sehari. Dalam Valentine's Day pun cinta hanya dihargai sebatas kartu ucapan, coklat, bunga, dan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama. Miris sekali jika berbagi kasih sayang justru bisa menjerumuskan kita kepada perzinahan.

Valentine's Day bukanlah kebudayaan islam. Awalnya Valentine's Day merupakan suatu perayaan jamuan supercalis bangsa Romawi Kuno yang setelah memeluk agama nasrani menjadi acara keagamaan yang berhubungan dengan seorang pendeta yang bernama St.Valentinus. Jika kita merayakan Valentine's Day sama saja kita mengikuti ritual agama tersebut dan menghormati si pendeta. Dan itu bisa menjadi syirik. Mari kita renungkan firman Allah SWT dan hadist Rasulullah SAW berikut ini.

Firman Allah SWT :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Q.S. Al-Isra : 36)

Hadist Rasulullah SAW :
“Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum  (agama) itu.”

KONKLUSI

Kita bisa berbagi kasih sayang setiap hari, kepada keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang di sekitar kita. Sebagai umat Islam yang berakal sehat, mengucapkan, memperingati atau merayakan Valentine's Day adalah perbuatan yang tidak boleh. Dan siapapun yang melakukannya, berarti ia sama dengan umat Nasrani, yang merayakan hari tersebut atas mengagumi dan menghormati tradisi leluhurnya.[]

Tonton juga videonya di https://youtu.be/kIqtI7XsqB0

____________________________________
SUARA SANTRI TENTANG VALENTINE'S DAY

*Caption : Sizam.editing.doc.

#M Samil Zamil (@SantriIntelek @SantriMenulis @SantriBlogger)


Bagi Muslim yang berakal sehat, Valentine’s Day adalah suatu moment yang tidak pantas dan sangat ironis dirayakan oleh kita, karena sudah jelas kita bisa berbagi kasih sayang setiap hari, kepada keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang di sekitar dengan cara yang khas dan baik. Kita bisa menunjukkan kasih sayang dengan berbagai cara, misalnya berkumpul bersama keluarga, menyediakan waktu untuk sahabat, memberi perhatian pada mereka, dan lain-lain.

_________________________
*Caption : Sizam.editing.doc.

#Intan Nur Aini (Santri pegiat Tahfidz Al Qur'an DUA - Jember)

Valentine's Day. Sebagaimana nyatanya, Valentine's Day adalah hari yang dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang Internasional. Sangat ironis, apabila yang merayakan adalah remaja kalangan muslim karena realita yang ada di lapangan mereka berada dalam perbuatan yang negatif dan itu dilarang dalam Islam. Jadi bukan sebuah pilihan lagi merayakan atau tidak merayakan, karena Valentine's Day srbaaimana yang terjadi tidak boleh (haram) bagi umat Islam untuk dirayakan.

_______________________
*Caption : Sizam.editing.doc.
#Rahmatul Arifin (santri pegiat FLB DUA Jember)  :

Menurut saya, jika Valentine's Day diartikan sebagai "Hari Kasih Sayang" maka dalam Islam setiap saat adalah Hari Kasoh Sayang, karena memang kasih sayang harus dilakukan setiap hari bahkan setiap saat, tidak dibatasi ruang dan waktu kapan dan kepada siapa, termasuk kepada yang berbeda agama. Dalam Islam, berkasih sayang merupakan anjuran yang terkemas dalam "silaturrahim" bukan malah Valentine's Day,  adat terlarang berasal dari orang -orang barat.

_________________________
*Caption : Sizam.editing.doc.

#Ismatul Hasanah (santri pegiat FLB DUA-Jember :

Valentine's Day dalam pandangan saya,  tidak penting dan tidak layak dirayakan oleh umat Islam, karena hari itu adalah hari kemaksiatan yang mengglobal. Saat ini, budaya perayaan ini merajalela, sehingga banyak dari kalangan remaja muslim ikut merayakannya. Mereka lupa ajaran agamanya dan sibuk akan pesta di hari itu. Valentine's Day sudah meracuni remaja muslim dan membawa mereka ke dalam kesesatan. Jadi Valentine's Day adalah besar kemaksiatan!

_________________________
*Caption : Sizam.editing.doc.

#Siti Komariyah (Santri pegiat Tahfidz Qur'an DUA - jember) 

Valentine's Day. Adalah hari yang menurut orang barat adalah hari kasih sayang,  tapi menurut saya itu adalah hari terlaknat,  karena pada hari itu orang-orang yang merayakannya memproyeksikan kasih sayang dengan bebas, sebebas bebasnya. Namun ada saja umat Islam yang juga ikut keluar merayakannya, mulai dari memberikan coklat, bunga bahkan sampai memberikan harga dirinya kepada orang yang   dijadukan sebagai pasangannya. 

Jadi Valentine's Day bisa dikatakan hari kebebasan memproyeksikan kasih sayang, namun sebenarnya kebebasan kemaksiatan.

________________________
*Caption : Sizam.editing.doc.


#Imroatul Fathoniah (Santri /Siswi XI B SMK DUA -jember) 

Saat Valentine's Day tiba, para remaja ikut merayakan. Mereka keluar bersading dengan pasangan yang  belum sah (pacarnya) dengan semaunya, layaknya pasangan suami istri.

Valintine's Day itu adalah budaya barat yang dapat merusak moral kita. Sebagai umat Islam kita tidak boleh ikut merayakan tradisi itu. Kita memang boleh tolong menolong dalam hal kebutuhan hidup bersama mereka, tapi kita tetap tidak boleh apabila sidah menyangkut keyakinan dan akidah. Tidak boleh! Karena itu akan merusak kita dalam sebagai umat beragama.

Kita punya banyak tradisi sendiri, seperti halnya Maulid Nabi, Idul Fitri dan Idul Adha dll. Banggakanlah tradisi itu dan berhati-hatilah dengan tradisi barat karena ia datang membawa mudharat kepada kita.[]


| Jember | 12/ 02 /2019 | PPDUA. CMD. SBRJMB. JMBR|
Share:
Read More

MENGAPA FILM G 30 S -PKI TAK TAYANG LAGI?

"Bukankah sebelum reformasi Film G 30 S -PKI rutin tayang setiap September di TVRI? Lalu ada apa sekarang? Mengapa tidak lagi ditayangkan ? Adakah tangan tangan jahat yang sengaja menekan untuk tidak tayang lagi?
***

"Bangsa kita sedang menghadapi banyak sekali permasalahan" begitu kata pak Joko Purnomo, wakil ketua Koramil Sumberjambe Jember, di sela sela pemaparannya di hadapan para calon peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMK Darul Ulum As Surur Jember. Saya, yang mendampinginya sebagai moderator waktu itu hanya mengiyakan pernyataan itu, karena memang secara realita bangsa kita lagi menghadapi banyak permasalahan.

Mulai dari kelompok yang mau menang sendiri, HOAX, pengangguran, hingga pada sektor yang sangat vital yaitu, Sumber Daya Alam raya kita yang dikelola oleh asing, dan juga ketidakadilan yang membuat bangsa kita timpang. Tambahnya.

Bangsa kita telah lama dirabunkan dari wawasan Nusantara (wasantara) sejak sekitar 20 tahun yang lalu, tepatnya, pasca reformasi. Pasalnya para pelajar yang mengenyam pendidikan setelah masa itu tidak lagi diajarkan tentang sejarah bangsa dan dasar dasar negara Indonesia.

Sebagai konsekuensi, generasi masa depan bangsa begitu mudahnya mengacuhkan kebudayaan bangsanya, justru sebaliknya lebih senang mengadopsi budaya luar, yang nyatanya menjajah bangsa Indonesia.

Bangsa kita disusupi ideologi luar yang yang perlahan mengubah ideologi bangsa dari dalam, dimana eksistensinya jelas mengancam keutuhan, karena ingin mengganti dasar negara, seperti Pancasila dan UUD 45.

Dan bahkan film G 30 S PKI yang dulu rutin tayang di chanel chanel televisi, sekarang sudah tidak lagi, padahal film tersebut adalah refrensi kuat bagi rakyat Indonesia bahwa Komunisne adalah ideologi terlarang untuk tumbuh di Indonesia.

Menjadi pertanyaan besar bagi kita, setelah mengetahui hal hal tersebut, ada apa dengan Film G 30 S- PKI, mengapa sejak reformasi tidak lagi ditayangkan di chanel - chanel Televisi? Bukankah sebelum reformasi rutin tayang setiap akhir bulan September di TVRI. Ya, ada apa dengan Film G 30 S PKI? Siapakah tangan tangannya?

Pertanyaan itu pun sempat saya layangkan ke beliau, selaku pemateri, jawabannya juga tidak memastikan, namun tangan tangan jahat itu adalah sesuatu yang niscaya, dan sengaja sembunyi dalam menekan chanel Televisi nasional.

Hal itu lebih berbahaya daripada penjajahan dulu, karena itu tidak tampak di mata namun mencolek mata.

Selaku rakyat yang sangat cinta Indonesia, kami menuntut TVRI kembali memutarkan G 30 S PKI, karena pengkhianatannya nyata terhadap bangsa. PKI telah membuat bangsa Indonesia luka dan berdarah darah.

Anak bangsa harus tau tentang sejarah kelam bangsa, supaya luka lama tidak terulang kembali, baik melalui kegiatan non formal di masyarakat, maupun formal di sekolah sekolah dan kampus kampus, yang diatur dalam sistem kurikulum pendidikan oleh yang berwenang.

Anak bangsa juga harus tau tentang para pahlawan bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan, agar tau bagaimana lelahnya meraka dalam menggagas dan membentuk kedaulatan bangsa.

Dan agar hasil perjuangan pendiri bangsa yang menjadi dasar negara ; Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, selalu terasa berharga, sehingga diamalkan dalam kehiduan sehari hari, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ya, agar Pancasila dipatuhi dan diamalkan dalam kehidupan sehari hari, UUD 45 dilaksanakan dengan baik dan se adil adilnya, Bhinneka Tunggal Ika benar benar djiwai dalam kehidupan bermasyarakat, supaya tercipta kerukunan dan toleransi yang kuat dan NKRI selalu diperjuangkan supaya berdaulat, utuh dan selamat.

"Usia kami sudah tengah ke atas, mulai menuai, amalkan empat pillar tersebut dalam kehidupan sehari hari, karena kalianlah para generasi kami!" ucap pria kelahiran Kediri 45 tahun lalu itu kepada semua calon peserta PKL, lalu mengakhiri pembicaraan.[]


*|Inspirasi : Bpk. Joko Purnomo (Waka. Koramil Sumberjambe Jember*
*|Penulis : M Siryi Zamil*

|Jember, 28 September 2018 |Room, 13.20 WIB.

>>>>>
Dapatkan Bonus 50$ dan Gandakan sampai 500$.
100% Tanpa modal.
Cara untuk menuju dunia Forex.
link:
https://idnfbs.forex/?ppu=6896266
Share:
Read More

SERIBU KEBANGGAAN SEORANG SANTRI



"Santri adalah generasi penerus yang tidak hanya agamis tapi juga intelek. Bangsa yang besar di belakangnya selalu ada santri yang berdoa dan berusaha. Banga jadi santri"
________ 

Profesi santri bagi saya adalah sebuah kebanggan yang luar biasa. Siapa saja yang memilih menjadi seorang santri, dia sudah mengambil pilihan yang besar tentunya. Karena di pundak kaum santri-lah sebenarnya amanah besar dititipkan. Selama ini, santri ibarat lentera di tengah pusaran pertempuran peradaban yang kian mencekam. Bahkan pada saat gelora dan hiruk-pikuk hedonisme kian memanas, maka kaum santri tampil di garda paling depan sebagai benteng yang siap tangkis.

Memang, mendengar istilah Santri dan pesantren, mungkin yang akan terbesit di benak kita sebuah tempat menuntut ilmu agama, yang memilki peraturan ketat dengan sarana yang serba sederhana, sebuah tempat kuno yang tidak didukung dengan tekhnologi yang maju. Dan  bahkan andai kata orang tua kita  menawari kita untuk mondok di pondok pesantren. Mungkin kita akan banyak pertimbangan yang sangat lama atau langsung menolaknya. Berbeda jika orang tua kita menawari kita untuk belajar di sekolah luar (pendidikan formal), tanpa banyak kata pasti kita akan lansung mengiyakan. Itu hanya bagi orang yang berpikir dangkal. Tapi bagi orang yang benar benar berpikir akan eksistansi sebuah pesantren yang sejati. Maka, santrilah sebagai orang-orang pemenang, karena gerakan pertama yang berhasil dalam memberikan kontribusi yang amat besar terhadap kemerdekaan negara kita dulu adalah santri, berlanjut hingga sekarang, santri memilki peran penting dalam perdamaian masyarakat.

Apakah hanya dengan sarana yang serba terbatas itu, pesantren dipandang sebelah mata? Atau karena di pesantren tidak bebas, semuanya serba dibatasi dengan peraturan? Sarana dalam pesantren yang serba kurang, terlebih pesantren salafi, dimana hanya menggunakan kitab klasik sebagai bahan pembelajaran, dan tidak dilengkapi dengan fasilitas seperti tekhnologi; komputer, mikroskop juga internet dan lain sebagainya. Kendati demikian, kualitas ilmu yang didapat seorang santri lebih unggul daripada pendidikan formal di luar. Apalagi di bidang ilmu agama yang sangat mumpuni. Seperti, ilmu tauhid, ibadah, taswwuf, fiqih dan lain semacamnya.

*Santri*

Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas para santri. Diantaranya;
Pertama;berbudi pekerti yang baik
Pesantren sebagai tempat pendidikan bagaimana bersikap baik (mahmudah) seperti, tawadduk (rendah hati), ta’awwun (tolong menolong), sabar (menahan diri), Qonaah (menerima apa adanya) dan lain sebagainya. Dan menjauhkan diri dari sifat yang buruk, seperti halnya dengki, dusta, sombong dan lain sebagainya. Dengan itu, hal maklum jika santri lebih disegani oleh masyarakat luas. Karena sifat-sifat itulah yang dimiliki oleh seorang santri.

Kedua; penggerak amal makruf nahi mungkar
“Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan mencekah pada yang mugkar. Mereka adalah orang-orang yang beruntung”  (Q.S. Al-Imron, 104)
Ayat itulah yang dijadikan pedoman oleh santri dalam hidupnya. Salah satu ciri-ciri seorang santri, mereka mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar. Mereka adalah penjaga perdamaian dan ketentraman di muka bumi, seperti halnya memberikan ceramah dan yang lainnya. Dengan itulah, santri memiliki peran penting dalam perjalanan agama islam sebagai  generasi para ulama yang akan menyampaikan risalah nabi kita.

Ketiga;penuntun masyarakat
Sebagai umat beragama, sudah sewajarnya jika mempunyai aturan dan kewajiban dalam agama yang disandang. Bagi orang Islam, rukun Islam merupakan hal paling pokok dalam kehidupannya. Dengan itu, mereka membutuhkan seorang guru untuk mengajari mereka. Sebab ajaran agama Islam tidak cukup dengan teori saja melainkan butuh praktek dan tata cara pelaksanaannya. Di Indonesia, ilmu agama tidak bisa didapatkan secara maksimal dalam pendidikan formal, karena waktu yang sangat singkat dan kurangnya praktek dalam kesehariannya. Satu-satunya tempat untuk bisa belajar secara menyeluruh tentang ilmu agama hanyalah di pondok pesantren saja. Sebab di pesantren serba mengandung nila-nilai agama yang sangat kental, seperti adanya shalat berjema’ah, ajian kitab dan rutinitas baca Al-Qur’an. Sehingga santrilah penyalur dari ilmu agama kepada masyarakat.

Keempat;selalu taqwa kepada allah
Banyak orang yang ingin mendapatkan kesuksesan saat mereka dewasa. Ada yang berharap menjadi orang kaya, orang terhormat, dan orang yang berkuasa. Namun, banyak yang menemukan bahwa impian sulit menjadi kenyataan. Dan banyak pula yang hidupnya tidak tenang setelah meraih impiannya.

Hal itu biasanya disebabkan karena rasa tidak puas dan kekhawatiran akan hilangnya apa yang telah mereka miliki. Padahal dalam dalam sebuah ayat sudah dijelaskan oleh Allah seperti berikut;.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Dengan berpegang pada firman Allah itulah santri menjalani kehidupan yang fana’ ini. Mereka percaya bahwa dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya mereka akan dicukupi rizkinya oleh Allah. Mereka memasrahkan seluruh hidup mereka kepada Allah. Mereka percaya bahwa Allah telah menanggung rizki mereka di dunia.

Kelima; tegas dan cerdas
Memang seharusnya santri berjiwa pemberani untuk setiap kebenaran dan berkata salah untuk setiap kebatilan tanpa harus mengenal kompromi. Namun demikian ketika mereka berhadapan dengan masalah furu’iyah, maka pada kondisi seperti itu santri harus mampu mengedepankan nilai-nilai toleransi dan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat cara menyikapi perbedaan itu dengan sebaik mungkin, bahwa masalah furu’ dalam agama bukanlah sebuah persoalan yang harus ditanggapi serius untuk kemudian dijadikan ajang perdebatan.

Sayang seribu sayang, banyak orang yang tidak mengetahui hal-hal di atas. Mereka meremehkan santri, padahal santri memiliki kelebihan-kelebihan seperti di atas dan juga keunggulan-keunggulan lain yang sangat banyak jumlahnya.

Oleh karena itu, sebelum sesal datang di kemudian hari, jadilah seorang santri. Jadilah santri yang benar-benar santri (santri tulen), jangan menjadi santri yang asal-asalan!(*)

________________
*M SIRYI ZAMIL*, Santri Banyuanyar asal Tobai Barat Sokobanah Sampang. The founding father Forum Silaturahmi Antar Santri dan Alumni Sampang (FORSIASA)

>>>>>
Dapatkan Bonus 50$ dan Gandakan sampai 500$.
100% Tanpa modal.
Cara untuk menuju dunia Forex.
link:
https://idnfbs.forex/?ppu=6896266
Share:
Read More

PENCEMARAN PERAYAAN AGUSTUS


"Arakan Carnaval dalam rangka perayaan HUT itu tidak akan bernilai baik, jika dilakukan dengan joget joget di sepanjang jalan, sambil diiringi music disco kekinian, serta dengan gaya bebas kebarat baratan"

***


Agustus adalah bulan special secara nasional bagi rakyat Indonesia. Dalam tempo bulan itu, rakyat Indonesia mempertunjukkan berbagai aksesoris keindonesiannya ; memasang gambar pahlawan, menyanyikan lagu kebangsaan, mengibar bendera, menggelar perlombaan hingga memproklamerkan penampilan kebudayaan lewat arakan pawai yang sangat besar, dimana bahkan sebagai agenda wajib bersama di seluruh daerah untuk merayakan hari lahir Indonesia.

Hal itu tidak lain dan tidak bukan, untuk senantiasa mengingat jasa para pahlawan, yang dulu mati matian merebut kemerdekaan dari kolonial penjajah, dan senantiasa menanamkan jiwa nasionalisme terhadap rakyat Indonesia kedepan.

Perjuangan para pahlawan bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan bukan dengan upaya biasa, tapi lebih dari itu, mereka mempertaruhkan nyawa demi nasib bangsa kedepan. Ya, semua yang mereka perjuangkan semata untuk menjungjung kehidupan rakyat yang  sejahtera, tentram dan aman sentosa.

Banyak sekali dari para nenek moyang dan pahlawan kita yang syahid dalam melawan penjajah, yang selama ratusan tahun memperlakukan pribumi dengan perlakuan yang tak  berprikemanusiaan.

Sungguh betapa perlu kita saat ini bersyukur dan mendoakannya setiap saat, para pahlawan bangsa. Ya, berdoalah, semoga para pahlawan bangsa di alam sana diberikan balasan yang istimewa oleh Tuhan.

Dalam mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan itu, rakyat Indonesia dengan rutin merayakan hari kemerdekaan, yang luput panjatan doa untuk para pahlawan yang telah berpulang.

Mamun, tampaknya semakin lama perayaan tersebut semakin pula bervarian, bahkan pada perayaan yang bisa dibilang menistakan nilai kemerdekaan itu sendiri.

Ya, perayaan kemerdekaan bumi pertiwi yang seharusnya dilakukan sebagai bentuk rasa bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi pertolongan,  justru sebaliknya, dengan perbuatan yang dimurkaiNya.

Seperti beberapa kejadian Agustus kali ini, khususnya di daerah yang saya tinggali dan beberapa daerah sekitar lainnya, dimana kegiatan Carnaval dipersembahkan secara bebas tanpa aturan dari yang memiliki wewenang di daerah tersebut.

Kendali para kepala daerah sangat berpengaruh terhadap perubahan pola pikir anak bangsa, dan setiap wewenangnya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Oleh karena itu, persembahkanlah yang baik bagi anak bangsa, karena ialah harapan masa depan bangsa. Dahulu para pahlawan dalam mengusir penjajah, senantiasa dengan kalimat tauhid, bahkan puasa dan memanjatkan doa yang tak henti siang dan malam, namun saat ini perayaan itu dilakukan dengan joget joget di sepanjang jalan, perayaan yang penuh unsur mudharat, menistakan jasa para pahlawan, dan bahkan menjadi ajang kemaksiatan, yang mengundang murka Tuhan.

Arakan Carnaval dalam rangka perayaan HUT itu tidak akan bernilai baik, jika dilakukan dengan joget joget di sepanjang jalan, sambil diiringi music disco kekinian, serta dengan gaya bebas kebarat baratan.

Jadi, agenda perayaan kemerdekaan, selain bertujuan untuk mengenalkan jati diri bangsa terhadap para generasi, harusnya agenda utamanya adalah tasyakkuran, bukan justru menistakan dengan keboborokan yang mencederai. Itu yang harus rakyat Indonesi ketahui, supaya perayaan kemerdekaan selalu berindikasi pada nilai nilai kemerdekaan dan kebangsaan.]


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Jember,  30 Agustus 2018 |Office, 13.00


>>>>>
Dapatkan Bonus 50$ dan Gandakan sampai 500$.
100% Tanpa modal.
Cara untuk menuju dunia Forex.
link:
https://idnfbs.forex/?ppu=6896266
Share:
Read More

BERTEKAD TINGGI


Berlibur, tiba di Madura, besok hari setelahnya aku diajak jalan keluar oleh kakakku. Sepanjang perjalanan menuju Pamekasan itu, kami di atas kendaraan berbincang banyak hal dan panjang lebar.

Kakakku saat ini adalah interpreuner, sementara aku backgroundnya di pendidikan. Dari perbedaan background tersebut, terjadilah komunikasi yang bersinergi dan saling mengisi.

Aku bicara banyak sekali, mulai tentang pentingnya organisasi sampai akademisi, sehingga bagiku otak kita harus selalu terisi dengan pengetahuan dan pengalaman yang tinggi, sebagai bekal saat terjun ke masyarakat nanti.

Berbeda dengan kakakku yang membahas panjang lebar tentang sosialisasi mencari client bisnis hingga mencari peluang bisnis dalam kehidupan sehari-hari.

Dari perbincangan itu, tidak ada yang disesali dari perbedaan background yang dimiliki. Aku mengajak kakakku dalam setip pekerjaannya untuk tetap berdasar pada edukasi dan hukum agama yang suci. Sementara dia menghidupkan pikiranku, bahwa hidup di era kali ini selain harus berpendidikan tinggi, harus juga punya tekad yang tinggi. Dia bilang pintar dan cerdas masih belum cukup untuk membekali diri, tapi harus canggih dan bernyali.

Intinya dari perbincangan di atas, hidup di era bebas saat ini, selain harus berpendidikan tinggi, kita harus pula punya tekad dan nyali yang tinggi. Maksudnya, cerdas dan cermat mencari peluang dalam kehidupan sehari-hari. Berbisnis bisa jadi solusi.


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 24 Ramadhan 1439 H.
|Sampang, 12 Juni 2018 |Toko, 13.23
Share:
Read More

PEJUANG PUASA



Berpuasa adalah istilah lain dari mencegah. Mencegah dari makan dan minum, dan juga mencegah sasuatu masuk ke salah satu lubang di seluruh badan, apalagi berhubungan badan. Begitu juga perbuatan maksiat yang dapat membatalkan, seperti halnya dekat perempuan yang bukan mahram, tinggal berduaan, apalagi pacaran dan kencan. Semua itu dapat memacu nafsu syaitan, dimana bagi orang berpuasa, keras dilarang.

Pada umumnya, orang-orang dalam puasa hanya memperhatikan yang tidak minum dan makan, padahal banyak sekali hal lainnya yang jika dilakukan dapat memberangus pahala puasa dan bahkan membatalkan. Perkara itu dilalaikan. Dalam puasa semua perbuatan buruk harus ditinggalkan, sekalipun  yang tidak tampak di penglihatan orang. Apalagi yang tampak. Katakanlah pacaran, tampak tiap waktu inbokan, ngajak keluar ngabuburit berduaan, jalan sambil bersentuhan. Bahkan fatal apabila sampai melakukan .... (ham ham). Lebih baik kita tinggalkan, supaya masa bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan keistimewaan ini tidak tersia-siakan. Hal itu lebih indah, bukan ?

Dengan itu, bagi yang sedang berjuang menahan lapar di siang Ramadhan, segera buang kebiasaan tidak baik yang merugikan. Yang biasa bicarakan orang, gantilah dengan baca Al Qur'an. Yang saat ini sedang asyik pacaran, segera cuti dan lanjutkan bulan depan dengan akad pernikahan. Yang doyan maksiat-an, segera tobat, mumpung Ramadhan lagi menantikan. Ramadhan memberikan sejuta keberkahan. Jangan lewatkan !


|penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 8 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 25 Mei 2018 |Kamarku, 13.28
Share:
Read More

BERKULIAH



Beberapa teman di Messengger, WhatsApp bahkan ada pula yang langsung menghubungiku via telepon, mereka nginbox dan bilang ingin konsultasi kuliyah. "Emang aku sukses kuliyah. ya sama kali..." Benakku membesit begitu. Karena akupun mengalami hal yang sama pasca pengabdian setelah dari uniform putih abu-abu. Bingungnya minta ampun mau pilih tujuan hidup dimana. Langsung daftar perguruan tinggi? harus mikir dua kali karena ekonomi orang tua pas-pasan, milih menikah? haha... apalagi yang ini, mau kasih makan apa anak orang. Tidaklah... Aku harus mikir panjang. Masaku saat ini adalah masa pembekalan untuk nanti di masa depan (masa tua). Dan pada saat itulah aku merencanakan untuk bekerja. Ya aku berencana bekerja sebagai karyawan pelayaran international. Ikut kakak ipar dari sepupu. Segala persiapan disiapkan tak terkecuali ikut kursus bahasa Inggris sebagai persyaratan utama. Namun di pertengahan proses, aku diliputi perasaan bimbang.

Sebagian besar saran dari orang-orang di dekatku termasuk pamanku bilang bahwa "Aku masih budak pelajar yang tidak pantas keluar untuk merantau ". Sejak itulah, rasa bimbang di kepalaku mengembang dan mengingatkan lagi masa-masa di bangku sekolah yang penuh perjuangan. Ya seolah perasaan di tubuhku menyuruhku mencintai perjuangan itu. Aku pun jadi berikrar " Aku tidak boleh merantau dan harus melanjutkan pendidikan". itulah sederet cerita yang penuh kebingungan setelah dari bangku SMA.

***

Tentu menjadi cerita yang sama dengan apa yang dialami teman-teman setelah lulus SMA dan sederajat. Tidak mungkin tidak dialami. Pasti !

Mereka dipenuhi rasa bingung kemana menentukan jenjang pendidikannya bagi yang bercita-cita tinggi. Bertanya banyak hal seputar "Perguruan Tinggi". Pointnya, mereka ingin daftar di kampus yang nyaman dan sesuai kriteria. Sebagian pengetahuanku, kampus yang jadi idaman calon mahasiswa adalah kampus yang berkualitas, dikenal, meluluskan mahasiswa cerdas namun dengan pembiayaan yang tidak mahal, terutama yang sertifikat negeri. Lebih istimewa jika lulus beasiswa. Sekolah gratis. Tapi tidak gampang hanya calon mahasiswa tertentu yang masuk katagori ini.

Adalah kebingungan tersendiri takkala kemauan calon mahasiswa ingin daftar di kampus yang telah diimpikan namun setelah mengikuti berbagai macam test masuk jalur beasiswa di pengumuman tercantum "tidak lulus". Jika sudah demikian mereka masih bisa melanjutkan di perguruan yang sama namun dengan biaya yang tidak murah. Mulai biaya heregistrasi dengan nominal juta-an, biaya persemester dan sebagian kampus juga ada uang gedung yang harus dibayar. Kita jadi ingat ekonomi orang tua yang mayoritas pekerjaan tani dengan pemasukan yang jauh lebih rendah dari semua pembiayaan diatas. Memikirkannya membuat kemauan yang awalnya menggunung jadi rata dan hilang. Dari itu, jika dipersentasikan dari sekian banyak lulusan  SMA dan sederajatnya, hanya segelintir orang saja yang dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Selebihnya menjadi pengangguran, jadi perantau dan nikah.

Pandanganku, kampus adalah jenjang pendidikan yang ranahnya menjurus pada karier. Semua orang duduk di perguruan tinggi karena ada tujuan yang dimaksud pasca lulusnya. Contoh ;

1. Seseorang kuliyah di jurusan kedokteran, maka yang pasti karena dia ingin jadi dokter, kuliyah di jurusan Sospol (Sosial Politik) karena ingin jadi politikus, kuliyah di pendidikan, kemungkinan karena ingin jadi tenaga edukatif seperti guru dan lainnya. Mahasiswa yang punya tujuan bulat seperti di atas adalah mereka yang benar-benar merencanakan masa depannya. Namun begitu belum tentu impian-impian tersebut dicapai pasca sarjananya karena tidak sedikit mahasiswa yang yang menyandang title sarjana bahkan dari kampus terkemuka, dia jadi pengangguran sekalipun dapat kerja, pekerjaan tersebut tidak sesuai jurusan kampusnya.

2. (Seseorang) duduk di perguruan tinggi tanpa ambisi yang kuat (Kuliyah ikut-ikutan). Mereka hanya ingin mendapat gelar dan masa depannya pasrah. Mau jadi atau tidak, ketemu di finish. Mahasiswa yang seperti ini masa depannya tidak jelas. Tidak baik diteladani.

3.  Ada pula seseorang yang kuliyah namun sebelumnya memang sudah punya kerja tetap. Dia hanya menunggu sarjana untuk sertifikasi kariernya. Mahasiswa ini mayoritas dari kalangan pagawai Negeri dan Guru Sertifikasi. Dia bekerja dan atau mengajar dengan masa yang sangat lama hingga sampai pada masa yang telah ditentukan.

Bagiku, sebagai warga negara Indonesia, yang memiliki pengangguran dan pelammar kerja melimpah, jika kuliyah hanya bertujuan pada karier, pilihan trakhir ini yang ideal karena kemungkinan biaya kuliayahnya dipungut dari upah kerja. Berbeda dengan contoh pada no. 1 dan 2. yang menghabiskan banyak biaya dari orang tua namun kariernya masih fifty- fifty dan tidak diketahui.


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Madura

Share:
Read More

NIKAH MUDA ATAU TUNGGU SEJAHTERA



Sisa sedikit liburan pasca Ramadhan ini, disibukkan undangan resepsi pernikahan. Kalau bukan resepsi, ya pertunangan. Kalau bukan pertunangan, ya orang-orang telpon-an (pacaran). Kalau bukan telpon-an, ya WhatsApp-an dengan pasangan. Kalau bukan WhatsApp-an, ya ngelike dan ngestatus di Facebook. Yup, Facebook-an. Hanya yang terakhir ini yang biasanya dilakukan orang yang tidak punya pasangan chating. makanya tidak jarang ditemui status dan inbox "Mellas berstatus single" karena hari-harinya ditemani sepi tanpa hiburan dari seseorang.

***

Hey kaula muda...
Usiaku di atas usiamu. Dalam kata lain, engkau sebaya adiku tapi mengapa engkau menyalip dan mentertinggalkanku. Begitu cepat kau diberi ucapan "SAMAWA". Mungkin karena itu pilihan yang baik daripada kau dekat-dekat tanpa akaq.

Kata orang, nikah muda atau nikah di usia dini. Ini urusan serius. Tapi menentukannya tergantung dari pemikirannya; dewasa atau tidak, dalam atau dangkal, memandang masa depan dengan jauh (long term) atau pendek (short term).

Jika berpikir bahwa dengan nikah menjadi senang dan bahagia, tidak lagi sepi dan berdua, punya kerabat- mertua serta menambah keluarga dan juga bebas bercinta. Apapun masalah dan tantangannya seakan siap dilawan dan dihantam.

Namun sebaliknya, jika berpikir bahwa setelah nikah, harus menanggung susah dan segala macam reseko yang kentara, harus memberi belanja dan mesti makan apa, tentu menjadi beban yang teramat besar, yang apabila disandangkan terhadap kita, kaula muda, maka akan mengatakan "masih belum bisa".

Bagi kaula muda, tinggal dipilih dari kedua pragraf di atas dan direnungkan dengan baik.
Bagiku, sebagai remaja yang tidak jarang dikata "Takut kepada wanita" atau "Jomblo" alias "Single". hanya bisa berguman "Bukan tidak bisa tapi menunggu matang pemikiran dewasa supaya masa depan lebih sejahtera". Ya, aku bukan tidak bisa, namun aku saat ini bak kepompong yang sedang melakukan tapa dan bersiap menjadi kupu-kupu, yang akan terbang dengan sayap indah.

Hey kaula muda...
Selaku remaja yang punya pemikiran luas, harus dan harus bisa mentarget masa. Klarifikasinya, masa hidup manusia kurang lebih 65 th. Bagiku, 20 awal adalah sebagian besar masa remaja yang harus digunakan untuk membimbing dan membina diri dengan ilmu pengrtahuan (pembekalan ilmu), 20 th. kedua, adalah transisi masa remaja dan dewasa dimana seseorang sudah harus bisa mengembangkan ilmu dan pemikirannya dalam kehidupan sosial; berteman, bermasyarakat dengan baik dan bijak serta mampu berpikir produktif, mandiri dan sudah berhasil menentukan jati diri (pengembangan ilmu). Di saat inilah kita mentarget bahwa kita harus mencapai sukses dalam segala impian. Sementara beberapa tahun sisanya adalah masa tua, dimana kita akan tinggal menuai dan menikmati buah panen pohon yang ditanam di atas juta juta pengorbanan di masa-masa sebelumnya (penuaian).

Hey kaula muda...
Sekarang engkau sudah mau nikah, usiamu menginjak berapa ? Jika masih belasan, Kelarin dulu sekolahmu. Jika sudah kelar, temukan dulu jati dirimu. Jika sudah ketemu, Apa kontribusimu bagi masyarakat dan orang-orang sekitarmu ? Jika sudah punya, Sudah mampukah hidup mandilri ?  Jika sederetan pertanyaan di atas sudah bisa engkau jawab, aku ucapkan "Selamat Datang di pelaminan & Selamat Menempuh Hidup Baru". Hidupmu akan sejahtera dan bahagia...

Hey kaula muda...
Dengan tulisan ini, aku mengajak engkau untuk menjadikan remajamu kaya ilmu, dewasamu kaya amal dan jasa serta masa tuamu kaya harta. Dan mati pun masuk surga. Jika engkau bisa, aku katakan "engkau luar biasa". namun jika tidak, remajamu adalah kaya kerja, dewasamu tampak tua dan masa tuamu masih kerja dan kerja, aku membayangkan betapa itu sengsara...

*Think smart and be smart generation*

|Penulis : *M Siryi Zamil
|Madura, 30 Juni 2017 |17:03 wib.
Share:
Read More

PANDANGAN MANUSIA



Kejadian pasca buka puasa. Saat perut kenyang, saat pikiran tenang, Aku dengan senang berbincang dengan kedua teman. Bagiku, mereka lebih berpengalaman. Dengannya aku berbincang mulai dari ekonomi sampai masa depan yang telah lama berada di angan angan.

Diakui atau tidak, punya masalah itu memang lebih baik bercurhat daripada bersembunyi dengan dalih cari aman. Berjuta solusi bisa kita dapati dari teman atau sahabat-sahabat yang budiman.

Kembali ke laptop. Perhatianku dalam perbincangan di atas tentang masa depan. Bagiku, menggapainya tidak gampang, harus melalui usaha besar, doa yang berkelanjutan juga rasa percaya yang meyakinkan.

Rasa percaya akan mendorong untuk selalu menyonsong suatu impian. Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukan Konstantinople karena dia tidak pernah berhenti percaya pada bisyaroh Rasulullah 850 tahunan silam. Sehingga dia berpikir bahwa meski secara realita dan logolika  tak mungkin bisa ditaklukkan. Tapi dia punya percaya pada perkataan Rosulullah. Dalam dirinya, tertanam bahwa Rosulullah tidak pernah bohong. Itulah yang dimaksud dengan pandangan Iman, yang tak pernah melenceng kebenarannya sepanjang zaman.

Ust. Felix Siauw dalam sebuah ceramahnya, memaparkan tentang tiga pandangan manusia di atas :

1. Pandangan mata : pandangan orang biasa, mereka mempercayai sesuatu setelah melihat jelas dengan matanya. Melihat baru percaya.

2. Pandangan logika : pandangan kedepan pengusaha, mereka mempercayai akan keuntungan investasinya di masa depan. Mereka melogika baru percaya.

3. Pandangan berdasarkan Iman pada firman Allah dan sabda Rasulullah : pandangan yang satu ini yang membedakan muslim dengan orang Yahudi, Nasani, Kristen dll. Percaya dulu baru mengamalkan.

Orang Yahudi, Nasrani, Kristen dll. tidak pernah percaya sesuatu tanpa melihat jelas seauatu tersebut dengan mata kepala mereka. Makanya mereka tidak pernah mau ketika Rasulullah mengajak mereka bertobat kepada Allah, justru mereka meminta Rasulullah untuk menunjukkan Allah. Ketika Rasulullah memaparkan Surga dan Neraka, mereka juga minta tunjukan keduanya yang nyata. Tersesatlah mereka, karena mereka melihat dulu baru percaya.

***

Jadi, memandang masa depan, selalu lah di real firman Allah dan sabda Rasulullah.

Beradalah di jalan yang lurus, berusahalah terus menerus dan berdoalah kepada Allah yang maha kudus.

|Penulis : * M Siryi Zamil
|Tulisan Keduabelas Ramadhan 1439 H
|Jember, 30 Mei 2018 (R. Tatangga, 15.48)
Share:
Read More

SEPAK BOLA DAN UJARAN KEBENCIAN


Final Champion Leagua 2018, Liverpool Vs. R. Madrid, di Indonesia tayang di sepertiga  malam. Namun begitu, hal itu tidak mengurangi semangat para fans untuk juga menonton siaran. Bayangkan,  jam 1, ketika semua orang lagi bersemayam menikmati tidur malam, mereka sudah menantikan di depan layar. Mereka merasa rugi jika sedikit saja melewatkan.

Aku pun demikian, yang pada jam sekian jalan keluar, mencari Cafe untuk nobar. Tak peduli cuaca dingin yang bikin tubuh gemetar. Ada rasa tidak sabar, campur penasaran dalam menantikan perhelatan di layar lebar.

Cafe ...

Dalam waktu 90 menit itu sungguh merupakan masa yang menegangkan bagi masing masing pendukung dan fans. Seisi ruang rame sekali mereka berteriak-teriak lantang, apalagi pada awal-awal, saat M Salah, pemain Liverpool berulang kali hendak bobol gawang lawan. Saat Greeth Bale, asal Real Madrid, dengan tendangan kuatnya dapat merobek gawang. Para penonton saling memanaskan. Memuja dan menjempoli pemain kesukaan. My hero, begitu mereka katakan. Mereka bak sutradara, banyak komentar dan bersaran, menyalahkan, bahkan menghujat pemain yang gagal memasukkan bola ke gawang lawan, seolah suaranya didengarkan. Itulah reaksi orang yang lagi geregetan. Tak sadar bahwa dirinya sendiri juga tidak bisa melakukan...

Dan tak kalah panas di media sosial. Status kian meramai, mulai dari merendahkan dan menghujat Club yang tumbang, sampai memuja Club yang lain, yang dinobatkan sebagai The king of Champion lantaran tiga tahun berturut turut menggondol kejuaraan, juga membanggakan skornya yang bersanding tebal. 3 : 1. Malulah pihak yang tumbang, tak ada komentar dan diam. Sebagian sengaja tidak buka media sosial, nyirnyiran. Begitulah nasib para fans sepak bola, ketika club kesayangannya dikalahkan, tak bisa berbuat apa-apa, dicaci dan segala macam. Sungguh mengorbankan perasaan !

***

Bagiku, Silahkan suka dan support Club sepak bola, tapi tidak baik juga jika hanya bisa berkomentar dan menyalahkan, seolah dirinya sosok yang jago hebat tak terkalahkan.

Silahkan suka dan support Club sepak bola, tapi jangan sampai bermusuhan apalagi bertengkar. Itu tidak baik, apalagi bulan Ramadhan seperti sekarang. Dilarang keras nyirnyiran. Hihi


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 10 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 28 Mei 2018 |Kamarku, 16.50
Share:
Read More

DONALD TRUMP MUSUH ISLAM



Selain tuduhan terorisme terhadap Islam, kita juga dikejutkan dengan peresmian kedutaan Amerika Serikat di Al Quds pada Senin silam, sekaligus dinyatakannya Al-Quds sebagai ibu kota Israel oleh Donald Trump. Puluhan Demontrans Palestine dibantai saat iringi peresmian kedutaan. Donald Trump tak akan dilupakan umat Islam.

Adalah sangat tampak bahwa korban terorisme di dunia terbanyak adalah umat Islam, anehnya yang tetap disalahkan juga umat Islam. Umat Islam sedang terombang-ambingkan perpecahan. Sebagian berjuang, sebagian menghalang. Sebagian menjalankan kebenaran, sebagian katakan intoleran. Pasalnya, melawan disalahkan, diam dijatuhkan. Inikah yang disindir Rosulullah 14 abad silam, bahwa umat Islam banyak sekali namun bagai buih yang terhempaskan. Memprihatinkan !

Dan saat ini, Baitul Maqdis dicaplok, kemana umat Islam se dunia, bukannya tanah Palestine adalah warisan sejak zaman Rosul dan para sahabat dan dijanjikan sebagai pusat kebangkitan Islam. Negeri muslim lainnya hanya pandai mengutuk dan mengecam. Ketahuilah, Zionis tidak paham kutukan, yang mereka paham dan lakukan adalah kehidupan senang dan membantai. Kita harus siapkan perang. Militer negeri-negeri Muslim sangat kuat apabila bersatu tegakkan perang. Selamatkan saudara se-Islam !

Saat kita fokus BOM, AS buka kedubes di Baitul Maqdis. Berdoalah dan lakukan sesuatu !


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 2 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 18 Mei 2018
Share:
Read More

E-KTP YANG TERCECER


Penemuan sekarung e KTP di Bogor adalah bukti yang harus diusut dan ditelusuri. Peristiwa itu mengingatkanku sebulan lalu, ketika SMS Kominfo selalu datang tiap hari, mengancam Sim Card diblokir jika tak segera registrasi. Aku mikir, registrasi harus setor No. KK dan NIK KTP, jika tidak, tidak bisa fungsi untuk komunikasi. Dengan terpaksa aku putuskan registrasi.

Kini aku kembali mikir, menghubungkan dengan yang lagi terjadi, betulkah semua No. KK dan NIK KTP para register SIM itu diganda dan dialaih fungsi ? Curigaku makin menjadi, semakin membetulkan perkataan Gus NUR bahwa registrasi SIM Card tadi bisa dimamfaatkan para politisi JOKOWI untuk pertahankan diri di 2019 nanti. Jika betul, ini bahaya sekali !

Penemuan e KTP di Bogor harus segera diusut dan ditelusuri. Jangan sampai dibiarkan ke tangan cebong lalu kasusnya hilang terlewati. Jangan peduli himbauan Mendagri, menyuruh membakarnya supaya tak bisa guna lagi. Jangan peduli !  Itu merupakan upaya penghilangan barang bukti. Jalan adil,  kemasi e KTP itu untuk diusut dan ditelusuri palsu atau asli.

Sudah saatnya rakyat tidak diam lagi, karena kita sudah dibohongi berulang kali

***

Ayolah Pak SBY, e KTP itu bukan bungkus takjil untuk buka puasa nanti. Itu kasus besar yang harus ditelusuri dengan jeli. Jika tidak, bisa-bisa Demokrat tetap keok di pemilu nanti.

Ayolah Pak Prabowo, Anda bisa kalah untuk kali yang ke selanjutnya jika e KTP ini dianggap tak ada apa. Anda baru meyakinkan 1000 pendukung sementara lawan bisa menorehkan 1 juta kertas suara. Ini bahaya !

Ayolah Pak Amien, ini sudah keterlaluan. Sudah melewati batas pelanggaran. Kasihan, jika partai-partai berjibaku dengan agitasi kampanye pemilu mendatang, sementara keputusan dan kertas suara sudah dipersiapkan.

Ayolah, semua politisi dan negarawan negeri, tindaklanjuti ! KTP ini harus segera disikapi, sebelum pemilu dan Pilpres 2019 terjadi. Bangsa ini, bisa geger jika prosesnya tidak steril dari dugaan kecurangan di Pemilu nanti.

Kasus e KTP ini menyakitkan hati, setelah rakyat disuguhi tontonan korupsi e KTP, sekarang rakyat di paksa memelototi e KTP, padahal sampai saat ini rakyat tidak dapat KTP dengan dalih kehabisan blangko tak mencukupi.

Sekali lagi, ini menunjukan ada konspirasi, ada gerakan-gerakan manipulasi, ada yang menginginkan terus berkuasa tanpa mandat dari pemilik suara negeri, ada upaya kudeta pemilu dengan membuat keputusan sebelum hari pemungutan suara terjadi.

Wahai kalian yang ahli intelijen, ahli politik, ahli hukum, ayo Eta terangkanlah, fenomena apa ini yang sesungguhnya. Kasus e KTP ini harus dibongkar dan dibuat terang benderang, diungkap sampai ke akar-akarnya secara keseluruhan.
Wahai penegak hukum, ayo tegakan hukum !


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 11 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 28 Mei 2018 |Kamarku, 15.39
Share:
Read More

ISLAM, PANCASILA DAN INDONESIA

Sebelumnya, Selamat Hari Lahir Pancasila !


01 Juni 1945, adalah tanggal lahir Pancasila. Baru 73 tahun menjadi dasar negara. Baru seumuran kakek muda. Pancasila dipelajari dan dikaji oleh semua orang se-Nusantara. Karena katanya dengan mengamalkannnya tanah air kita terpelihara. Memelihara berjuta perbedaan menjadi satu padu damai, tentram dan aman sentosa.

Pancasila lahir dari rahim keilmuan para ulama, setelah sebelumnya berjuang mengusir penjajahan. Sumbernya pun dari syariat Islam meskipun tidak secara keseluruhan. Namun saat ini ulama memperjuangkan Islam malah dianggap intoleran dan dituduh segala macam. Ketahuilah, Islam adalah kelompok yang pertama kali bangkit menyuarakan kebenaran, apabila melihat suatu kedzoliman yang mengancam. Jadi, sama sekali tidak dibenarkan apabila mendakwahkan syariat  Islam dianggap membahayakan, selagi tidak menyimpang. Itu merupakan upaya membenturkan antara anak dan induk yang melahirkan.

Para penguasa sekarang seolah menjadikan Pancasila sebagai jurus jitu untuk menyerang. Lihatlah,  ketika HRS dipersekusi dan diancam akan ditahan, UAS dibilang radikal dan membahayakan, UFS dianggap intoleran dan menebar perpecahan, sehingga pengajiannya sering kali dibubakan dan banyak lagi ulama dan pemuka agama yang jadi tersangka dan dipenjarakan. Semua itu atas dalih anti-NKRI dan  anti-Pancasila, padahal Islam telah mengatur segala aspek kehidupan, secara keseluruhan, tak ada yang tertinggal, dan itu semua demi kebaikan, kebaikan pribadi,  keluarga, masyarakat bahkan negara, baik bagi muslim maupun bukan. Janganlah dibenturkan !

Pancasila yang dijadikan ideologi untuk menjaga negara kesatuan ini sebenarnya baru sekali dirancang.  Sebelum ada Pancasila, Islam lah yang jadi semangat juang untuk mendapatkan kemerdekaan dan memelihara persatuan. Mereka tidak berdasar Pancasila, namun Islam

Flash back, Sunan Kalijaga, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Sultan Hasanuddin, Cut Nya' Dien, Kyai Ahmad Dahlan saat mendirikan Muhammadiyah, Kyai Hasyim Asy'ari saat mendirikan NU, para pendiri Boedi Utomo, para pencetus Soempah Pemoeda, itu semua belum kenal Pancasila. Mereka memang mengamalkan nilai-nilai yang kemudian disebut terkandung dalam Pancasila, karena mereka mengamalkan syari'at Islam.

Semua yang mendakwahkan syari'at Islam, pastilah dapat dikatakan telah mengamalkan Pancasila. Tidak mungkin kita mengatakan para pahlawan itu anti Pancasila. Tetapi Sunan Kalijaga dulu tetap disebut menyebarkan Islam, bukan menyebarkan Pancasila.
Karena itu sangatlah aneh, kalau kemudian upaya mendakwahkan syariat Islam dibenturkan dengan Pancasila, karena tanpa syariat Islam, Pancasila tinggal sebagai falsafah yang tidak pernah dapat diperjelas bentuk kongkritnya seperti apa.

***

Jadi,  mengamalkan syariat Islam itu dalam kebaikan bernegara sudah melebihi pengamalan Pancasila. Titik !


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 14 Ramadhan 1439 H.
|Jember,  01 Juni 2018 |Bundaran Kalisat,  19.10
Share:
Read More

UST. ABDUS SHOMAD


Aku sangat suka ceramah Ust. Abdus Shomad, sejak pertama nonton video ceramahnya, dan sejak itu pula aku terus mencari videonya, mulai dari minta ke teman yang memang mengoleksinya, sampai sering datang ke warnet mendownloadnya. Pun biografinya Aku baca tuntas seluruhnya.

Bagiku, UAS adalah hadiah untuk kita semua, sebagai muballigh muda berperawakan sederhana. Penyampaiannya menyenangkan para jamaah dan pendengarnya. Luas tapi mudah dicerna. Update namun komplet refrensinya. Menyampaikan yang sebenarnya. Sedikit humuris tapi sangat berguna. Dengannya, Jika ada yang tidak suka ceramahnya, kemungkinan karena ada yang terancam kepentingannnya, terutama yang dekat dekat pejabat, sering keluar masuk istana.

Semua orang pada tau, rezim saat ini kentara kepentingan perutnya. Makanya, penguasa selalu persekusi habaib da para ulama apabila ada unsur menyentil kekuasaannya, padahal memang benar adanya, tapi mereka undang yang katanya pemuka agama, untuk makan bersama di istana, keluar istana mereka jual fatwa atas nama agama, tak taunya demi mengenyangkan perutnya. Umat dibuat bingung entah siapa yang mau dijadikan panutan dalam hidupnya. Mereka berciak bak anak ayam hilang induknya. Ya Allah, Robana, masih lamakah dunia ?

Lebih berat lagi, orang yang mengurus agama harusnya mengagamakan agama, tapi malah mengkedoknya. Sangat kontroversi fatwanya, bahkan tak bisa diterima. Semua orang menolaknya. Tak peduli keturunan kyai ternama. Tolak ukur kehebatan seseorang adalah fatwa kebenaran dan menjalankannya. Tugas kita apabila berada di kursi kekuasaan adalah merubah dengan tangannya, yaitu mengelementasikan nilai agama, itu amanah bagi kita semua.

***

Nah, hubungannya, adalah Ust. Abdus Shomad yang dipanut dan dicintai semua umat, kini tidak termasuk dalam daftar 200 muballig dan itu direkomendasikan oleh mentri agama setelah buka bersama di istana. Sangat tidak bisa diterima. 200 muballig dan tak tercantumnya UAS merupakan hasil masukan dari sejumlah ormas Islam dan para ulama, katanya. Publik jadi bertanya-tanya ada apa di baliknya. Tapi Aku jadi mikir bahwa tidak tercantumnya UAS di daftar rilis mentri agama adalah keputusan terbaik baginya, UAS, karena beliau akan terus mendakwahkan kebenaran murni ala kadarnya. Aku selalu dukung dakwah UAS. Umat selalu bersamanya. Allahuakbar !


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 3 Ramadhan 1439 H
|Jember, 19 Mei 2018 |Sabtu, 21.11
Share:
Read More

KORBAN TERORISME


Peristiwa bom bunuh diri Surabaya menjadi isue yang tidak sedaap, apalagi peristiwa itu dituduhkan pada Islam, agama yang selama ini menjadi satu-satunya tempat edukasi adab, bukan biadab. Jika ada yang biadab dan mengatasnama Islam, jelas itu bukan, ya bukan bagian dalam Islam, itu perbuatan iblis dan syaitan, yang dijelaskan sebagai musuh nyata dalam Al-Qur'an.

Dengan adanya peristiwa di Surabaya, kami tidak ridho kalian menuduh sembarang bahwa Islam sebagai sarang peneroran. Jalan terbaik, kita harus terus menklarfikasi sampai semuanya terang benderang, karena meski Muslim pelakunya bisa jadi itu adalah jebakan untuk mengalihkan berbagai permasalahan pemegang kekuasaan, apalagi dewasa ini tuduhan teroris dan radikal pada Islam tidak pernah diterima akal, lantaran dalam realita Islam adalah indah dan pemeluknya penyayang.

Islam bukan terorisme dan terorisme bukan Islam, jangan pernah kaitkan, justru sebaliknya, faktanya terorisme selalu dijadikan alasan untuk menyerang Islam, seperti yang diungkap oleh Jonh Pilger, seorang jurnalis Australia, bahwa korban terbesar terorisme adalah umat Islam sehingga bisa disimpulkan bahwa hakikatnya tak ada perang terhadap terorisme, yang ada adalah perang menggunakan terorisme. Terbukti dan dibaca dunia pada peristiwa pengeboman Afganistan oleh Amerika atas fitnah peledakan gedung WTC 2001 lalu, dimana faktanya hanya untuk menyerang Afganistan, negeri muslim.

AYO...  Umat Islam terus klarifikasi isue dan peristiwa terorisme hingga semuanya terang benderang siapa tangan-tangannya.

#IslamIsNotTerorist
#TeroristIsNotIslam
#TerusKlarifikasiPeristiwaSurabaya


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 1 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 18 Mei 2018
Share:
Read More

HARI JUM'AT


Jum'at, hari perkumpulan umat, untuk melaksanakan sholat Jum'at, berjamaah, dan menyimak ceramah di masjid-masjid karena  memenuhinya adalah tuntutan syariat. Begitulah peristiwa hari Jum'at, hari yang keramat dalam Islam bagi umat.

Terjadi bulan ini, bulan Ramadhan yang memiliki keistimewaan yang sangat tinggi, lantaran Jum'at yang diberkahi. Ya, sholat Jum'at di Ramadhan kali ini sebanyak 5 kali. Biasanya 4 kali. Dikatakan oleh sebagian Ulama bahwa Ramadhan kali ini tidak akan terulang kembali sampai 20 tahun lagi, lantaran Jum'at yang diberkahi. Makanya jangan sia-siakan moment Ramadhan yang satu ini, karena belum tentu usia kita sampai pada Ramadhan 20 tahun lagi. Kita berdo'a, semoga kita masih dipertemukan kembali...

Dengan Jum'at, Ramadhan pun memiliki lebih keistimewaan. Memang Jum'at dalam Islam adalah moment liburan untuk perkumpulan umat Islam, namun sayang, saat ini seolah sudah tidak diartikan dan sering diabaikan. Bisa dibuktikan ketika hari Ahad menjadi liburan massal, mulai dari pribadi, perusahaan, kelembagaan pendidikan sampai pemerintahan. Ahad-lah yang mereka jadikan hari liburan. Itupun sudah ganti nama, menjadi Minggu, yang diistilahkan sebagai "hari tuhan". Jelas bahwa itu hari ibadah umat Kristian, bukan ?

Sementara pada hari Jum'at, umat Islam disibukkan dengan pekerjaan, sehingga sholatnya pun dilalaikan dan bahkan ditinggalkan.

Kalau kita menyadari ternyata selama ini Umat Islam diajak secara perlahan-lahan untuk kemudian ikut menanamkan peradaban non-Islam, serta mereduksi yang bernilai Islam.

Sering aku temukan di stiker-stiker bahkan di pakaian, sebuah tulisan "Friday Killer". Jika diartikan kata tersebut memiliki makna kejam, karena artinya adalah "Pembunuh Hari Jum'at" yang tidak lain adalah upaya mengkerdilkan hari perkumpulan umat Islam.

Jadi, Jum'at adalah hari perkumpulan, untuk menunaikan shalat berjamaah dan menyimak pencerahan, sebagai penguatan keiIslaman umat Islam, Iman serta menjadi muslim yang Ihsan.

Salam Jum'at, Yaumul mubarok...

|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 21 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 08 Mei 2018 |Musholla, 13.00
Share:
Read More

MEDIA MENULIS MASA KINI


Aku punya teman dekat. Saat ini dia bergelut di media universal online juga cetak. Sejak dulu dia memang suka berkalung Canon dan meliput ke lapisan masyarakat. Aku sangat appresiatif terhadap semangatnya yang meluap-luap. Dia orang biasa sepertiku, yang tak lebih cerdas tapi dia punya usaha keras, yang membuatnya hebat bermartabat dan bahkan terkenal di berbagai tempat.

Sudah beberapa kali dia kirim tulisan via WhatsApp, termasuk tadi malam. Setiap dia kirim tulisan, dia minta untuk dikoreksikan agar katanya pas dan layak dipublikasikan. Beruntung HP saat ini bisa guna untuk edit tulisan. Andai tidak, warnet lah tempat pelarian. Haha !

Aku tidak lebih pintar. Aku sama dalam proses belajar. Bagiku interaksi denganya adalah pintu masuk berbagi pengetahuan dengan orang yang tengah menekuni bidangnya sebagai wartawan. Yang membedakan, aku merasa lebih open dalam memeriksa setiap huruf dalam tulisan. Bagiku, sekecil titik dan koma tidak boleh diabaikan, karena itu tetap sebuah kesalahan yang dapat menghadirkan komentar dan saran orang-orang. Makanya penulis itu harus jeli dan pandai menata huruf sampai jadi wacana baku satu kesatuan.

Demi gapai impian, ada baiknya, kita menyelam sambil minum demi menghapus dahaga tenggorokan. Era tekhnologi sarana jauh lebih gampang. Mengapa demukian ? Jika dahulu menulis harus menggunakan keyboard komputer tapi sekarang, HP menjadi serba guna untuk produksi tulisan. Saranku, teruslah menulis memberikan pencerahan sampai semua orang tersadarkan ! Selamat berjuang, kawan !


|Penulis : M Siryi Zamil
|Tulisan 09 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 26 Mei 2018 |Room, 14.22
Share:
Read More

HANDPHONE


Setengah malam dan setengah hari, HP ku mati suri, setelah sebelumnya aku asyik online sampai low battery. Gelisah rasanya dan kepala pusing sekali, karena selain ada janji melanjutkan telponan dengan bibik yang sempat terputus di tadi pagi, juga ada editing berita yang harus segera diurusi. Entahlah, bagiku tak megang HP melebihi sakit hati. Hihi

Sebuah adegan menarik dari video pendek yang aku temui di galery, video tersebut kemungkinan dari WhatsApp yang terdownload sendiri. Dalam adegan itu seorang ibu guru bertanya tentang cita-cita kepada beberapa muridnya yang masih anak-anak sekali, mereka jawab satu persatu, namun ada satu jawaban yang terdengar aneh, membuat si guru bertanya kembali, satu dari mereka menjawab bahwa dia ingin menjadi seperti HP. Alasan mengapa HP, karena ternyata dia selalu diacuhkan oleh ayah-ibunya gegara HP, minta makan disuruh ngambil sendiri, minta bermain-main kepada ayahnya, si ayah tak peduli sama sekali, seolah tak ada waktu selain menekun layar HP.

Dari itulah, terbesit dalam hati anak kecil tadi, bahwa betapa semua orang begitu sayang pada HP, sehingga dengan menjadi HP si anak bisa memilki perhatian yang tinggi.

***

Andaikan suara adzan sama dengan bunyi dering HP, betapa konsistennya manusia mendirikan sholat 5 waktu setiap hari.

Andaikan cinta pada Al-Qur'an sama dengan cinta kita pada HP, betapa banyak pahala yang kita miliki lantaran selalu membacanya dan mengaji.

Andaikan semangat belajar sama dengan tekunnya kita pada layar HP, betapa banyak ilmu yang kita dapati lantaran selalu fokus belajar setiap saat tanpa henti.

Andaikan silaturrahim sama dengan seringnya kita buka layar yang terkunci, betapa melimpahnya kasih sayang dan betapa eratnya persaudaraan, bagai terikat tali.

Andaikan melakukan kebaikan sama dengan mengoperasikan aplikasi, betapa dosa tak akan terlihat lantaran terhalang pahala kebaikan yang menggunung tinggi.

Andaikan, segala ucapan janji sama dengan saat kita online tiap hari, maka tidak akan ada janji janji yang diinkari karenaa selalu mendahului.

Andaikan, aku adalah sebatang HP, maka semua orang akan menaruh hati, untuk mencintai. Hihi...

Andaikan ... (lanjutkan sendiri ...)


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 12 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 29 Mei 2018 |Room, 17.57
Share:
Read More

THR YANG TAK DISUKA


Beberapa kali aku diajak mendatangi tempat itu,  tapi aku sering berdalih ada acara dengan temenku. Mereka mungkin sudah tidak sabar lagi untuk menyambangi tempat seru itu. Dan baru tadi malam aku mengatakan mau, karena untuk beralasan lagi mereka sudah tau. Terpaksa aku ikut. "Mumpung ada waktu, jangan sia-siakan moment sepert itu". Begitu mereka berkata padaku, temanku. 
.

THR, begitu orang-orang menyebutnya. Tiga tahun aku di Jember dan tiga kali pula aku dipertemukan dengannya. Biasanya ia datang menjelang lebaran dan semua warga dengan senang menyambutnya, serta menikmatinya sampai kurang lebih sebulan lamanya.
.

Bagiku, persembahan semacam itu bisa dijadikan taman lepas penat bagi masyarakat, dan tak ada yang perlu dibahas-bahas. Namun bagi agama banyak hal yang mesti dibahas, terkait orang-orangnya yang menjadikannya sebagai ajang umbar aurat, karena itu tergolong maksiat. Dan dalam agama pun dilarang keras, khususnya bagi golongan akhwat. Hal itu dapat membangkitkan syahwat. Bahaya sangat !
.

Di THR, kaum gadis, janda, dan ibu-ibu masyarakat, mereka lebih suka pakain yang ketat, membuat lekuk tubuhnya terlihat, ada yang pakai rok mini agak ke atas, betisnya terlihat mengkilat, membuat pandangan para lelaki tersibak. Menyentil syahwat.
.

Pengumuman bagi kaum akhwat, perbuatan seperti itu adalah perbuatan maksiat, itu adalah dosa besar yang kelak akan dihisab. Itu akan menjerumuskan dirimu pada neraka di akhirat. Makanya, bagi kaum akhwat yang doyan maksiat, segeralah bertobat sebelum terlambat. 

***

THR yang dimaksud adalah "Taman Hiburan Masyarakat". Boleh hukumnya, tapi memperlihatkan aurat, hukumnya adalah haram mutlak. Sadarlah dan segeralah taubat !

|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 20 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 07 Mei 2018 |Sofa kantor,  16.21
Share:
Read More

BERMEDSOS DENGAN SEHAT



Hampir setiap kegiatan terpotret dan di-update. Dijadikan status, semua temennya ditag supaya mendapat komentar dan like. Tidak peduli orangnya cantik atau jelek. Anak muda sampai kakek kelet. Berbagai aplikasi dipakai untuk perbagus hasil jepret. Semua fotonya ter-edited. Begitulah upaya orang-orang untuk jual diri di media sosial, mulai dari IG hingga lite. Komplet !

Foto statusnya dilengkapi tulisan. Ada yang bersifat gagasan, pengetahuan, dan ada pula yang curhatan. Bagiku yang kurang layak diumbar adalah curhatan. Apalagi yang sangat pribadi sekali, seperti halnya pacaran. DIA ceritakan semua secara norak dan gamblang,  mulai ketika pengenalan, ketika jadian, bermesraan, anu-anu-an dan pun sampai perselingkuhan yang dia lakukan. Semua orang jadi tau semua tentang ... meski mereka tidak pernah berbincang-bincang apa yang seharusnya disimpan. Edan !

***

Foto

Boleh berfoto- foto tapi jangan dipajang di media sosial karena rawan diapain orang. Lebih baik bawa ke percetakan untuk kemudian dicetak dan dipajang di kamar-kamar rumah sebagai hiasan. Lebih baik dan aman, bukan ?

Tulisan

Tulisan adalah sama dengan ucapan. Yang baik akan berdampak baik. Yang jelek berdampak jelek. Lebih baik, yang baik selalu ditebar. Yang jelek diamankan.

Salam, jangan jual diri di media sosial tapi jual kebaikan supaya dapat pahala tuhan...


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Jember, 21 Agustus 2017 |22:30 wib.
Share:
Read More