Artikel || Opini || Catatan || Cerita || Puisi || Motivasi ¤ BERKARYA UNTUK SEMUA ¤

Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

PRAKTEK NYATA /CONTOH-CONTOH SEDERHANA YANG SUDAH ANDA TENERAPKAN DALAM BIDANG: KOMPETENSI PEDAGOGIS, KOMPETENSI KEPRIBADIAN, KOMPTENSI SOSIAL, KOMPETENSI PROFESSIONAL DI KELAS

 


Sebagai guru, terkadang diri ini merasa malu terhadap diri sendiri ketika melihat ada sesuatu yang kurang dengan kepribadian dan cara mengajar saya yang dirasa tidak berhasil. Saya sering kali tersadar bahwa guru itu digugu dan ditru baik oleh anak didik kita maupun orang orang sekitar yang mempercayai kita. Saya juga sering tersadar dan merasa kurang pantas ketika saya miskin metode dalam mengajar. Metode pembelajaran itu lebih penting daripada materi pembelajaran, dan guru lebih penting dari segalanya. Ungkapan itu sangat menuntut diri ini bahwa kita sebagai guru harus benar-benar profesional dalam melayani peserta didik.

Setidaknya ada empat kompetensi yang harus ada dalam diri seorang guru untuk mencapai profesionalitasnya, yaitu;  Kompetensi kepribadian guru, Kompetensi Pedagogik, Kompetensi sosial dan Kompetensi profesional guru.

Seorang guru akan menjadi profesional apabila sudah menguasai keempat kompetensi diatas. Saya pikir masih banyak guru di luar sana yang belum menguasainya, termasuk saya sendiri. Namun begitu saya harus berusaha bisa menerapkan dari keempat kompetensi tersebut meskipun hanya sebagian persen yang bisa saya mampu. Diantara praktik nyata yang telah terpakan terhadap siswa saya dari empat bidang kompetesi tersebut sebagai berikut.

Kompetensi kepribadian guru, Dalam menerapkan kompetensi ini, saya berusaha sebisa mungkin dalam menjaga penampilan dan perkataan agar selalu sopan dan santun baik kepada siswa maupun orang masyarakat. Dalam menjaga kepribadian, agar tampak arif, bijaksana dan berwibawa, saya membatasi sikap kepada siswa, yaitu dengan tidak teralu akrab dan cuek. Dengan begitu siswa akan merasa segan kepada kita. Dan yang paling ditekankan kita harus menjadi teladan yang baik kepada mereka, karena teladan itu lebih yang banyak diperhatikan daripada perkataan.

Kompetensi pedagogik , Menjadi guru itu harus pandai mengelola pembelajaran peserta didik. Sebagaimana yang selama ini saya terapkan ketika saya masuk kelas. Saya di kelas tidak mengajar sebelum kelas bersih dan rapi, karena kebersihan dan kerapian menurut saya termasuk bagian kondusifitas pembelajaran. Sehingga ketika jadwal pelaqjaran saya, siswa harus memastikan terlebihn dahulu kebersihan dan kerapian mereka sebelu mulai KBM. Dan dalam menjaga kondusifitas pembelajaran, saya tidak menoton berada di depan. Sangat berbeda sekali kondisi kelas ketika kita mengajar sambil berjalan mengecek sebagian siswa yang ada di belakang. Tindakan itu dapat meminimalisir siswa yang bergurau atau bahkan tidur.

Kompetensi sosial, Kompetensi ini merupakan kemampuan seorang guru untuk memahami bahwa dirinya adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat serta punya kemampuan untuk mengembangkan tugas sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Sebagai guru, terlepas interaksi di sekolah, seorang guru butuh menyambung komunikasi dengan masyarakat, terutama wali siswa. Karena adanya komunikasi antar keduanya, kita dapat mengetahui seperti apa perkembangan peserta didik kita. Hal termasuk bagian yang saya terpakan, melakukan silaturahim disaat waktu senggang.

Kompetensi profesional guru, Keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang guru supaya tugas-tugas keguruannya bisa terselesaikan dengan baik, maka guru harus memiliki kompetensi profesional. Guru yang profersional tentu menguasai Standar Kompetensi (SK) pelajaran, Kompetensi Dasar (KD) pelajaran, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu. Berangkat dari pengalaman saya dalam mengajar. Awal saya mengajar tidak tau apa perangkat pembelajaran, tetapi dengan ketidakgensian saya, saya belajar kepada teman-teman guru yang lebih senior, terutama kepala sekolah. Akhirnya sekarang bisa juga melengkapi perangkat pembelajaran, seperti silabus dan RPP dan yang pasti rasanya berbeda dengan ketika mengajar tanpa Silabus-RPP. Alur pembelajaran lebih terarah, mengenak dan mengalir.

Oleh karena itu, melihat pentingnya posisi guru dalam dunia pendidikan, maka sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah hal mutlak dalam proses pembelajaran. Sehingga kita selaku seorang guru harus memenuhi standar pendidik yang dapat dicapai dengan memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik. Kita harus terus belajar selama belum menguasai empat kompetensi tersebut. Hal ini tak bisa ditawar lagi karena sudah diamanatkan dalam Pasal 8 Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana hal itu merupakan pengakuan bahwa guru adalah tenaga profesional yang setara dengan profesi lain seperti dokter, pengacara, dan seterusnya.

Salam Semangat kanca guru!


Penulis : M. Siryi Zamil

*Ditulis untuk memenuhi Tugas Kuliah "Profesi Keguruan" semester 7 Open University - Jember 

                                      

Share:
Read More

10 KELEBIHAN YANG MENARIK PERHATIAN PARA PENGUNJUNG PULAU MERAH BANYUWANGI

Caption : https://penainspirasie.blogspot.com

Tak teragenda sebelumnya, jika hari itu Aku dan 4 temanku dapat menikmati suasana indah Pantai Pulau Merah Banyuwangi.

Ceritanya begini, hari itu kami datang ke Jajag Banyuwangi untuk konfirmasi pembelian Meja Kasir dan Rak Gondola, amun sampai di tempat tujuan di sela-sela negosiasi bersama si tukang penjual yang berdomisili di Jajag itu kami dikejutkan dengan nama wisata Pantai Pulau Merah. Mendengar nama itu, pikiranku diingatkan pada Laut Merah yang telah menenggelamkan Fir'un (huff). Ya, yang tergambar dalam benak kecilku ada pulau dan air yang berwarna serba merah. Ternyata tidak demikian. Makanya bacalah lebih lanjut catatan sederhana ini, agar tau seperti apa keistimewaan Pantai Pulau Merah yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini.

DESKRIPSI

Sebagaimana kesaksian kami, ombak yang menggulung di pantai ini merupakan salah satu destinasi yang disukai wisatawan mancanegara, khususnya mereka yang menyukai olahraga selancar (surfing).

Dinamakan Pulau Merah, bukan berarti bukit, pasir, atau air laut di pelataran itu berwarna merah, akan tetapi berwarna putih agak kecokelatan. Baru di saat musim kemarau tiba, kawasan pantai ini akan terlihat kemerahan.

FILOSOFI PULAU MERAH BANYUWANGI

Sebelum dikenal Pulau Merah, dahulu Pantai di pulau ini bernama Pantai Ringin Pitu. Di sekitar pantai ini terdapat tempat ibadah umat Hindu, meski kini mulai tiada.

Keberadaan pantai ini tak lepas dari kisah mistis dan mitos yang mengkisahkannya. Konon, banyak orang yang meyakini tempat ini memiliki banyak kandungan emas. Ada yang mengatakan terdapat sebuah paku bumi di dalam bukit kecil di seberang pantai tersebut. Kisah mitos lainnya, juga ada anggapan bahwa siapa pun yang dapat memasuki sebuah gua yang berada di Pulau Merah, akan memperoleh rezeki yang berlimpah dan menjadi kaya raya.

Ada pula yang mengkisahkan tentang munculnya pancaran sinar berwarna merah sehingga pantai ini menjadi seperti kemerahan dan akhirnya dinamakan Pantai Pulau Merah.
Dan ada pula yang mengungkaplan bahwa keberadaan bukit yang ada di bibir pantai itu bertanah merah. Sebutan “Pantai Pulau Merah” juga merujuk pada warna pasirnya, dimana ketika sore tiba terlihat merah yang dusebakan sinar matahari.

10 Kelebihan yang menarik simpati para pengunjung Pulau Merah Banyuwangi, diantaranya :

1. TEMPAT BERSELANCAR YANG ISTIMEWA (SURFING)
Sumber : sport.tempo.co

Pantai Pulau Merah menawarkan ombak indah bagi para peselancar, baik yang baru belajar atau pun yang sudah ahli. Banyak orang memilih berselancar di Pulau Merah lantaran pantai ini tidak memiliki banyak bebatuan. Hal tersebut menjadikan pantai ini sebagai surga berselancar yang aman bagi semua kalangan.

Di Pantai Pulau Merah, Anda akan menikmati pengalaman berselancar yang cukup berkesan. Pasalnya, pantai ini memiliki ombak dengan ketinggian hampir 5 meter. Tinggi ombak tersebut kabarnya dipengaruhi oleh tiupan angin yang cukup kencang di sekitar pantai. Apabila tidak membawa alat berselancar, wisatawan dapat mengunjungi tempat penyewaan yang berada di sekitar pantai.
Banyak turis mancanegara mengunjungi pantai untuk berselancar. Pantai ini memang dipersiapkan sebagai salah satu tempat surfing di Banyuwangi.

Hal ini telah dibuktikan dengan diselenggarakannya Red Island Banyuwangi International Surf Competition sejak tahun 2013 yang diikuti peserta dari 20 negara.

Pantai ini memiliki ketinggian gelombang hingga 5 meter, sebuah tempat berselancar di Banyuwangi yang menarik bagi para pemula, bahkan yang sudah profesional.

Ombak pantai ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur bahkan di Indonesia sehingga cocok untuk kegiatan selancar. Ombak laut yang tinggi dapat ditemui pada medio April – Mei hingga September – Desember. Pengunjung dapat mempelajari cara berselancar di pantai.

Bagi yang belum pernah sama sekali belajar berselancar juga tak perlu khawatir karena banyak pemandu yang siap membantu anda sekaligus sewa peralatan.

Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa papan selancar di sini cukup murah, karena papan selancar tersebut dapat digunakan seharian penuh.

2. TEMPAT BERENANG (SWIMMING)
Caption | Sumber : surabaya.tribunnews.com
Selain cocok dijadikan tempat berselancar dan memancing, Pantai Pulau Merah juga merupakan tempat berenang yang menyenangkan. Air lautnya yang jernih akan membuat para pengunjung merasa betah dan nyaman untuk bermain di sekitar sana. Sapuan ombak pantai ini juga akan membuat rasa jenuh hilang seketika. 

Usai berenang, wisatawan dapat membilas diri di kamar mandi umum yang disediakan di dekat pantai. Melalui fasilitas tersebut, lo dapat membersihkan diri dari pasir yang menempel di tubuh sewaktu berenang. Enak sekali, bukan?
Ada waktu tertentu di mana pantai Pulau Merah tidak boleh dijadikan tempat berenang. Misalnya, ketika pantai berada dalam cuaca buruk atau tidak cerah. Wisatawan juga tidak diperbolehkan berenang saat ombak berada di atas ketinggian 2 meter. Saat ombak sedang tinggi, peselancar ahli tetap diperbolehkan melancarkan aksinya di pantai ini.

Di dekat pantai Pulau Merah, ada menara pengawas yang berfungsi memantau keamanan dan keselamatan wisatawan. Menara ini juga didirikan untuk mengamati situasi dan kondisi pantai. Bangunan tersebut kabarnya memiliki ketinggian lebih dari 5 meter.

3. SEWA PERAHU TRADISIONAL
Caption | Sumber : warung_campur.blogspot.con
Kegiatan lain yang dapat dilakukan di sini adalah memancing. Wisatawan bisa menyewa perahu tradisional untuk memancing. Tidak ada batasan berapa ikan yang boleh dipancing. Jika beruntung bisa mendapatkan beragam jenis ikan. Tetapi tentunya kegiatan ini membutuhkan kesabaran ekstra

4. TEMPAT MEMANCING (FISHING)
Caption | Sumber : katalog.wisata.com

Pantai Pulau Merah akan menjadi tempat yang menyenangkan bagi lo yang gemar memancing. Di sini, lo dapat memancing sepuasnya dengan menyewa perahu tradisional milik para nelayan. Meski pantai ini menyediakan perahu, lo tetap harus membawa peralatan pancing sendiri karena di sana belum ada fasilitas penyewaan alat pancing.

Udara angin laut yang segar tentu akan membuat pengalaman memancing lo menjadi seru dan berkesan. Saat berlayar menggunakan kapal dan menunggu ikan menyambar umpan pancing, lo akan dijauhkan dari rasa bosan dengan tiupan angin yang menyejukkan di laut. Dengan demikian, Anda akan tetap dapat bersantai dan rileks saat memancing di kapal.

5. TEMPAT PEMANDANGAN SUNSET YANG INDAH
Sumber : bloggerosing.blogspot.com

Sunset di Pantai Pulau Merah Banyuwangi
Menikmati Indahnya Sunset
Kawasan pantai Pulau Merah ditunjang dengan fasilitas memadai, di antaranya  payung dan tempat berjemur yang disewakan pihak pengelola.  Pantai ini juga dekat dengan Gunung Tumpang Pitu serta berada segaris dengan Pantai Plengkung.

Wisatawan dapat bersantai di pantai sambil merasakan tiupan angin pantai dan menyaksikan keindahan panorama. Dengan garis pantai sepanjang 3 km, bebatuan karang di pantai ini menambah eksotisme pantai ini selain bukit hijau yang nampak asri.

Di kala hari petang, pengunjung dapat menyaksikan keindahan sunset di Pantai Pulau Merah. Pesona sunset bisa dikatakan salah satu pemandangan spektakuler yang disuguhkan tempat ini.

Pada saat sunset, akan nampak semburat sinar jingga kemerahan dari balik pulau yang niscaya menjadi momen yang sangat indah bagi siapa pun yang memandangnya. Bagi penggemar fotografi, jangan lupa persiapkan kamera untuk mengabadikan momen indah tersebut.
Wisatawan akan dibuat takjub dengan keindahan panorama matahari terbenam di pantai Pulau Merah. Amda dapat menikmati momen magis ini pada waktu sore hari kala pantai sedang surut.

6. PANTAI DENGAN PASIR YANG HALUS DAN MELUAS
Caption | Sumber : jmaluw.blogspot.com

Kegiatan seru lain yang dapat dilakukan di pantai Pulau Merah adalah bermain pasir. Apabila wisatawan sedang tidak diizinkan berenang di laut, mereka tetap dapat bersantai dengan bermain pasir. Aktivitas ini tentu akan terasa seru ketika dilakukan bersama teman atau keluarga terdekat.

Pantai Pulau Merah dikenal dengan pasirnya yang halus dan lembut. Wisatawan dapat menuangkan kreativitas mereka dengan membuat berbagai macam bentuk benda atau bangunan di atas pasir ini. Aktivitas ini dapat lo lakukan sembari mengonsumsi makanan dan minuman yang dijajakan di sejumlah tempat makan di dekat pantai.

7 . TEMPAT TONGKRONG DAN SANTAI
Caption | Sumber : jejak.piknik.com

Wisatawan juga bisa bersantai sambil menikmati pemandangan indah dan tiupan angin sejuk yang datang dari beriring ombak. Anda juga bisa bersantai ria di bawah pohon- pohon rindang nan teduh atau bisa pula berjemur di kursi kayu plus payung peneduh layaknya di Kuta. Ya, pantai ini dikatakan mirip Kuta. Bali.

8.  TERSEDIA KULINER
Caption | Sumber : kompasiana.com

Lapar setelah seharian beraktivitas di pantai? Pengunjung bisa menyantap makan di warung-warung yang terdapat di pintu masuk pantai. Di warung-warung ini, wisatawan juga bisa memesan es kelapa muda yang sangat cocok dinikmati di pantai sambil berjemur.

Meskipun pantai dekat dengan pemukiman warga, namun kebersihan makanan dan sekitar pantai terjaga baik. Maka dari itu, bagi wisatawan yang berkunjung kemari diharapkan untuk ikut menjaga kebersihan pantai ini dengan tidak membuang sampah sembarangan.

9. TEMPAT BERFOTO DAN SELFIE
Caption : wahyudi.imam.smkdua

Bagi penggemar fotografi, jangan lupa persiapkan kamera untuk mengabadikan momen indah di pulau ini. Dengan beberapa latar belakang yang menarik, tempat wisata ini sangat cocok untuk berfoto-foto dan selfie.  

Selain dilengkapai bukit-bukit kecil, dan hamparan air laut yang bergelombang kawasan pulau ini bagus sekali dijadikan background caption.

10. TESEDIA HOTEL PENGINAPAN

Sebagai salah satu kawasan wisata populer di Banyuwangi, pantai ini juga dilengkapi dengan penginapan dan hotel yang banyak dijumpai dengan mudah di dekat pantai. Ada pula guest house hingga homestay yang dapat dipilih.
Beberapa penginapan yang pupuler dan jaraknya cukup dekat dengan area pantai antara lain Hotel Kumala, Gelora Atlit Banyuwangi Guest House, Hotel Mahkota Plengkung, serta Hotel Ketapang Indah.
Anda bisa langsung menghubungi penginapan/hotel tersebut atau memesannya via Agoda dengan harga spesial.

Bagi wisatawan yang menyukai backpacking, bisa juga mencari rumah-rumah penduduk yang disewakan dan merasakan sensasi kehidupan ala nelayan. Pasti akan menjadi pengalaman menarik

LOKASI PULAU MERAH BANYUWANGI

Pantai Pulau Merah Banyuwangi. Alamat Pulau Merah Banyuwangi tepatnya yaitu berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.  Untuk menuju ke tempat wisata ini, Anda dapat menggunakan transportasi publik maupun pribadi.

Dengan angkutan umum, dari kota Banyuwangi di Terminal Brawijaya anda bisa naik bus Minto atau Ujang Jaya arah ke Pesanggaran, lalu turun di pasar (Pesanggaran).  Dari sini dilanjutkan dengan menyewa motor ojek ke pantai.

Apabila Anda dari arah Kota Jember, turun di Terminal Jajag. Kemudian naik bus ke Pesanggaran.  Selanjutnya sama seperti di atas.
Dari kota Banyuwangi jarak yang harus ditempuh sekitar 80 km atau membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai di pantai Pulau Merah.  Di sepanjang perjalanan, tersedia rambu-rambu penunjuk yang akan mengarahkan Anda menuju Pantai Pulau Merah.

Jika menggunakan kendaran pribadi, anda bisa mengambil rute Banyuwangi – Rogojampi hingga menjumpai lampu merah Jajag, di mana terdapat patung macan putih di tengahnya. Dari lampu merah ini terus belok ke arah selatan dan mengikuti rambu-rambu penunjuk arah Pesanggaran-Pulau Merah.

Baca juga  3 Toko Alat Musik di Bandung Berkualitas dan Terjangkau
Bagi yang berangkat dari luar Jawa Timur dapat memilih penerbangan atau kereta menuju kota Malang atau Surabaya.

Dengan menggunakan perjalanan darat, Malang/Surabaya – Banyuwangi dapat ditempuh kurang lebih selama 8 jam perjalanan darat.  Atau bisa menggunakan pesawat, karena beberapa maskapai telah membuka rute Banyuwangi.

TIKET MASUK PULAU MERAH BANYUWANGI

Harga tiket masuk ke pantai ini sebesar Rp 8000 r per orang.  Jam operasionalnya dari pukul 07.00 – 17.00 WIB.

Sementara untuk parkir kendaraan, tarifnya adalah Rp2000 untuk motor, Rp5000 untuk kendaraan roda empat dan Rp20.000 untuk jenis bus. [*]


| Banyuwangi, 04 Februari 2019
Share:
Read More

MELLEK POLITIK


Jember - Banyuwangi. Selama dalam perjalanan menghadiri Haul Akbar RKH. Abdul Hamid Baqir, pada tanggal 23 Desember itu, banyak sekali hal yang kami bicarakan dalam mobil yang berisi 7 penumpang itu. Namun tidak bagi Saya dan juga 2 temen saya yang merupakan penumpang golongan muda dimana kami hanya berdiam saja selama dalam perjalanan.

Bagi kami, menguping lebih baik daripada ikut menimbrung pembicaraan demi pembicaraan penumpang golongan tua, meskipun sebagian besar yang dibicarakannya kami sangat tau dan paham, ya, kami lebih update kalau seputar kabar di televisi dan media sosial, hanya saja kami merasa tidak baik jika diantara kami saling memotong pembicaraan.

Sepengupingan saya, dari awal hingga akhir perjalanan pulang, pembicaraan mereka lebih pada seputar politik, mulai dari partai partai yang balihonya terpampang di sepanjang jalan, kyai politik dan kyai nyeleneh yang saat ini viral, hingga pilpres yang suhunya tak kalah panas daripada tema viral lainnya.

Dalam benak, saya hanya terbesit bahwa kalau masyarakat golongan tua, sebangsa petani dan buruh tani saja sudah cerdas berbincang ihwal politik apalagi golongan muda, setingkat pelajar dan mahasiswa, yang setiap hari disibukan dengan kajian dan demonstrasi di jalan jalan, tentu lebih cerdas dan lebih paham tentang itu semua.

Saya yakin sekali, bahwa semua orang di berbagai lapisan masyarakat saat ini sudah pada cerdas dalam memahami dan menilai permainan politik, lantaran terlalu banyak berita berita politik dan juga tentang benda benda yang terpolitisasi yang setiap waktu memadati semua beranda media mainstrem dan sosial.

Maka dari itu, maklum, jikalau sebagian orang lebih memilih bermain mobile legend daripada membuka akun media sosial, yang setiap waktu berseleweran dengan berita politik dan politisasi, karena mereka sudah sangat jenuh menjumpainya.

Kita tau bahwa orang baik menjauhi politik itu tidak baik karena jika orang baik menjauhi politik maka orang tidak baik akan memegang kendali kekuasaan. Kalau sudah memegang kendali kekuasaan, maka semuanya harus ikut kebijakan pemangku kekuasaan, sekalipun kebijakan tersebut tidak berpihak pada kebaikan.

Masalahnya, dewasa ini permainan politik sudah sangat terkesan buruk di kalangan masyarakat. Tidak memiliki kepercayaan di mata masyarakat. Jadinya, masyarakat bingung ikut politik siapa, karena semuanya tampak buruk dan menakutkan, seolah se mulia apa pun jabatan si penggelut politik, ia ternilai tidak baik dengan kepentingannya, baik kelompok maupun pribadi.

Dengan itu, dalam catatan kecil ini, anggap saja saya seorang mederator yang mengumpulkan banyak pembahasan diantara banyak pembicara, lalu menyimpulkannya dalam suatu wacana, bahwa masyarakat mulai resah dengan permainan politik masa kini, dan butuh pembuktian baru siapa tokoh politik yang baik untuk bangsa besar kita.[]


| Jember | Office | 24 Desember 2018 | 17.00 WIB.|
Share:
Read More

SANTRI, BERLIBUR UNTUK BERKREASI


*Santri Banyuanyar saat sowan ke pengasuh
sebelum libur dari pondok. 



10 Rabiul Awal 1440 H.

Salam teruntuk Santri ...

Selamat berlibur untuk kalian, selamat jalan menuju kampung kelahiran. Hati-hati di jalan. Di rumah, bapak-ibumu sedang menantikan, dan jangan lupa sampaikan pesan pengasuh yang tadi malam, pesan itu mengandung amanah yang perlu dikaji dalam-dalam, pesan dimana kalian harus mengamalkan, mulai dari harus berkata sopan dengan bahasa "perpesan", berpenampilan rapi ala santri "kopiah dan sarung" tetap diprioritaskan, bukan celana jeans dan rambut punk, karena itu bukan citra santri yang diajarkan. Tak kalah penting berakhlak yang baik nan sopan, sehingga semua orang suka dan membanggakan kalian.

Kurang lebih sebulan kalian berliburan. Gunakanlah waktu untuk kebaikan, bukan untuk jalan-jalan, apalagi bersepeda kebut-kebutan, bukan pula pamer gaya di tepi-tepi jalan, apalagi berpacaran dan kencan. Jangan sampai itu dilakukan, karena itu akan mengecewakan orang tua dan keluarga kalian dan merupakan bentuk pencemaran terhadap pondok yang kita sayang. Aku ingatkan yang demikian karena itu rawan dilakukan.

Santri dan media sosial. Canggihnya era sekarang, ayo kita gunakan untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Gunakan media sosial, berstatuslah untuk membawa kebaikan,  berupa gambar maupun tulisan, bukan besrselfie lalu update untuk dipajang seperti orang berjualan. Gunakan media sosial untuk dawah bil qolam juga billisan. Itu lebih baik, bukan ?

***

Bangga sekali jadi santri. Berbulan-bulan tinggal bersama Kyai. Di pondok kegiatannya banyak sekali, mulai dari menanak dan cuci baju sendiri, sholat berjama'ah rutin tiap hari, belajar dan mengaji kepada ustad dan kyai. Semuanya serba mandiri. Tapi disanalah kita belajar arti hidup yang sejati. Mandiri meneguhkan jati diri, bersama teman belajar bersosialisasi, sebagai persiapan untuk di masyarakat nanti.

Santri : berakhlak terpuji, rendah hati, kepada sesama selalu peduli, kepada orang tua berbakti, kepada bangsa dan negara berkontribusi dan kepada agama menttaati. Itulah hakikat santri, anak didik para Kyai.

Santri : teruslah berjuang untuk selalu berbakti kepada agama dan negeri, agar hidupmu menjadi berarti !

2018 (Room, 14.22)
Share:
Read More

INSPIRASI DARI AYAH

My father is my hero

Kalau sudah pulang kampung, aku biasanya ikut ayah-ibuku ke tegal-tegal atau sawah. Karena tak enak rasanya jika hanya berjibaku di rumah atau menghidupi jalan dan jarang pulang.

Termasuk beberapa hari terakhir ini, aku sering menyusul ibu ke tegal, membawa ceret untuk menyirami bibit tembakau juga menanami kembali bibit yang gagal tumbuh.

Aku adalah salah satu anak yang sangat sering mengkritisi ayahku, yang tak pernah putus asa bertani tembakau meski sudah bertahu-tahun dirugikan selalu.

Mengapa tidak, orang ketika tumbuhan tembakaunya subur dan siap panen, ia tak jarang diguyur hujan, pasalnya, harus ditebang massal dan ditanamin tanaman lainnya..

"Kenapa masih ke tembakau. Tidak adakah jenis tanaman lainnya, pak ?" tanyaku sambil megang ceret yang sedang berisi air setengah.

"Kita tak pernah tau rejeki kita ada dimana, cong. Tapi rejeki kita tau kita ada dimana. Rejeki itu tidak pernah tertukar. Siapa tau rejeki kita di tembakau saat ini" jawab ayahku. Aku hanya terdiam membenarkan perkataannya dalam hati.

***

Jangan berhenti berusaha, mengiringinya dengan do'a dan tawakkal alallah. Itu kira-kira ilmu yang didapat dari sikap ayahku.


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 27 Ramadhan 1439 H.
|Sampang, 14 Juni 2018 |Langger, 18.30
Share:
Read More

INSPIRASI NIKAH



Aku punya teman. Di pondok dia juniorku. Dia kaderku. Yang pasti dari sesi pengalaman, dia tidak lebih banyak daripada aku. Tapi saat sekarang aku berlibur ke kampung halamanku, dia ternyata sudah menikah dulu, dia menyalipku. Hu !

Harusnya aku yang lebih dulu, namun karena aku berpikir harus menyelesaikan kuliahku, laah itu alasanku sehingga harus menunggu.

Perlu aku akui bahwa dia lebih bernyali dariku.  Sebenarnya, jika memang alasanku, karena harus menyelesaikan kuliah dulu, dia juga kuliah kok, padahal dari segi ekonomi dia sama denganku, tergolong orang tidak mampu.

Dari situ, coba bandingkan siapa yang lebih bernyali antara dia dan aku, pasti jawabannya dia, meski lebih junior daripada aku. Dia, tanggungannya keluarga dan kuliah, tapi aku hanya kuliah, hanya satu.

Suatu waktu dia keluar jalan denganku. Aku bertanya banyak tentang hal itu. Dia bercerita semuanya, mulai dari pertama datang ke rumah istrinya yang tidak dia kenal sebelumnya, sampai jadi diakaq meskipun dengan biaya yang sederhana, itu pun hasil dipinjami oleh salah satu temennya. Dia hanya bermodal percaya bahwa Tuhan selalu mengasihi keluarganya, selagi selalu taat agama, rajin ibadah dan bersosial baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Dia mengakui bahwa sejak berkeluarga, dirinya seolah langsung mendadak jadi tua (dewasa). Jika sebelum menikah sering keluar rumah tanpa ada rasa beban dalam dirinya, setelah menikah jadi lebih kondusif di rumah dan berpikir untuk lebih bijaksana serta lebih berbaur dengan tetangganya, Jika sebelum menikah, belanja yang ringan-ringan, tapi setelah menikah, mulai memberatkan tangan.

Intinya, apa yang awalnya hanya dimiliki setengah-setengah, dengan menikah bisa menjadi sempurna. Mulai dari pemikiran, tanggung jawab dan juga rejeki yang diberikan oleh-Nya. Semuanya menjadi sempurna. Sekait dengan hadist nabi bahwa menikah itu menyempurnakan setengah agama.

***

Balik bertanya padaku, aku tanggapi bahwa aku ingin sekali sempurnakan setengah agama, tapi dalam benakku berkata "saat ini masih belum waktunya". aha aha

Barangkali ada pencerahan lainnya, monggo, aku sedang menunggunya....


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 26 Ramadhan 1439 H
|Sampang, 13 Juni 2018 (Rumah, 22.00)
Share:
Read More

RINDU


"Jika kau bertanya seperti apa bentuk rindu, maka jawabannya tidak tau, karena aku tak bisa menjelaskan dengan kata kata. Jika kau bertanya, kapan ia datang, jawabannya juga tidak tau, karena semuanya serba tiba tiba. Tapi jika kau  bertanya siapa, maka aku jawab, ialah kamu.
***

Hati siapa yang tak merindu jika hariku terpisah dengan orang yang aku anggap nomor Saturday dalam hidupku. Hari hari terbelenggu sendu. Jika beberapa saat saja suaranya tak terdengar seperti waktu waktu yang lalu, pikiran jadi kaku.

Dia sangat perhatian padaku dan banyak sekali korbankan sesuatu, untukku. Namun Aku abaikan selalu. Dia tak paham tingkah lakuku, lantaran terlalu dalam menjiwaiku. Dia membuatkan tempat khusus dalam kalbu, Sehingga apapun yang terjadi Dia tidak ingin pisah denganku.

Hati siapa yang tak merindu ? Satu tahun lebih terpisah dalam ruang dan waktu. Hati terlalu merindu. Tak puas bagiku, mengobati rindu lewat ponsel kecilku, suaranya tak jelas terdengar bertalu talu. Tak puas pula bagiku, melihat fotonya yang seoalah terhalang debu. Aku ingin duduk bersama, dibelai indah seperti kejadian kecil dulu. Yah Aku rindu semua itu !

Seorang itu begitu berharga dalam hidupku. Dia adalah IBUKU !

|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 5 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 22 Mei 2018 |Ruang 03, 09.00
Share:
Read More

ANTARA SUKA DAN TIDAK SUKA



Hidup di era sekarang semuanya serba bebas, manusia seolah tak mau terikat. Dalam mengambil sumber ajaran mereka tidak lagi pada kebanaran yang mutlat, tapi lebih pada pemikiran hawa nafsu yang membuatnya puas. Pasalnya, yang hak terkadang tak dilihat, namun yang batil disikat. Dari situlah sehingga keadaan dunia saat ini dapat terlihat dwngan jelas antara kubu yang sehat dan kubu yang cacat dalam kaca mata syariat.

Kata temanku, dewasa ini orang-orang hidup berorganisasi dan mencintai organisasinya dengan sangat amat. Sehingga mereka tidak mau menerima suply dari organisasi lain yang dianggapnya saingan ketat, sekali pun suply tersebut mengandung kebenaran yang bersifat mutlak.

Antara suka dan tidak suka. Sangat mungkin seseorang yang dulu pernah berselisih denganku, dia tidak mau menerima apa yang kukatakan sekalipun yang kukatakan tersebut adalah fakta dan sesuai realita. Alasannya, karena dia tidak suka. Sikap seperti itu bahaya, tidak boleh kita pelihara, karena orang-orangnya akan selalu melakukan pembenaran dan selalu mempelintir kebenaran yang ada.

Sama dengan, ketika yang menyampaikan adalah HRS, kelompok di luar organisasinya tidak mau menerima fatwanya sekali pun yang disampaikan benar adanya.

Sama dengan, ketika UFS yang menyampaikan materinya, orang -orang yang tidak suka selalu menolaknya, padahal bisa saja kebenaran ada disana.

Sama dengan, ketika UAS yang mengisi ceramahnya, kelompok yang merasa terancam kepentingannya malah memusuhinya. Padahal andaikan mereka memikirkannya dan menyadari perbuatannya, bisa lebih baik hidupnya.

Berbeda ketika yang berfatwa dari kelompok yang sama, tanpa mengakaji terlebih dahulu langsung diterima, padahal belum tentu kebenarannya. Alasannya, karena dia dari kelompok yang sama, sehingga mau tidak mau harus menyukainya. Makanya tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa banyak ulama yang membingungkan umatnya karena fatwa yang disampaikan melenceng namun mengatasnamakan agama.

Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.

***

Mengambil suatu fatwa itu, jangan berdasar pada "suka dan tidak suka" tapi berdasarlah pada "benar dan tidak benar", yang datangnya bisa dari mana-mana. Mau siapa dan dari mana asalnya jika dia berkata benar sesuai standart kebenarannya terlebih agama, ambilah ia dan abaikan (jangan diambil) yang tidak benar.

"Lihatlah apa yang disampaikan, jangan lihat siapa yang nenyampaikan !"


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Tulisan 18 Ramadhan 1439 H.
|Jember, 05 Mei 2018 (Kamarku, 14.52)
Share:
Read More

LAHIR BATIN


RAMADHAN PERGI

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1439 H.

Jum'at, hari ini adalah hari pelepasan Ramadhan. kita menggelarnya dengan perayaan Iedul Fitri yang penuh keindahan. Rasanya semuanya diliputi kebahagian, setelah melewatkan masa perjuangan selama sebulan.

Selamat tinggal Ramadhan, hari ini kita tidak lagi berkata bulan penuh keberkahan lantaran sedekat ini kau pergi meninggalkan. Semoga jejakmu lalu, dapat menambah keimanan dan ketakwaan serta dapat mengembalikan kita pada fitrah kemuliaan. 

Saat ini kita hanya dapat merenungkan dan menyimpan banyak pertanyaan.

Wahai saudara seiman :
Apakah kita layak mendapatkan kemenangan setelah kita perjuangkan masa puasa sebulan...

Apakah kita telah merawat ketakwaan dan keimanan dengan kesungguhan...

Apakah kita telah menempuh ujian puasa dengan penuh harap ridha Allah yang maha penyayang...

Dan yang paling penting kita harus bertanya pada diri kita, apakah kita mampu menjaga ketakwaan ini setelah Ramadhan...

Karena takwa tidaklah dibatasi oleh ruang dan waktu yang ditentukan. "Bertakwa lah kamu dimana pun kamu berada" begitu Rasulullah berpesan, karena takwa bisa digoyahkan dan hilang, jika tidak diasah dan dimantapkan.

Saat Ramadhan kita rajin datang ke Masjid melaksanakan shalat berjamaah dan melakukan qiyamullail dengan shalat Tarawih setiap malam, tak lupa pula kita rajin baca Al-Qur'an, bahkan berulang kita mengkhatamkan, sedekah sering kita lakukan, geliat hawa nafsu selalu kita jaga penuh kehati-hatian, agar puasa kita  tidak berada dalam kesia-siaan, dan banyak lainnya yang kita lakukan demi keistimewaan Ramadhan.

Namun semua itu bisakah kita pertahankan saat Ramadhan pergi meninggalkan kita sekalian...

Aku berdoa semoga akhir dan tujuan kita berpuasa adalah meningkatkan ketakwaan...

Lalu jika takwa itu tidak dapat kita pertahankan pasca ramadhan, masihkah kita mendapatkan makna dan kemenangan dengan Ramadhan...

***

Marilah, kita tetap berikhtiar memupuk ketakwaan kapan dan dimana pun kita bertandang...

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1439 H.
Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin...



|Tulisan 29 Iedul Fitri 1439 H.
|Sampang, 16 Juni 2018 |Toko, 09.30|
Share:
Read More

SEDERHANA


"Kata orang sederhana itu tampil apa adanya, tapi kata saya, sederhana adalah bersyukur sebanyak-banyaknya"

***

Tadi siang, setelah pulang shalat dari musholla, Saya menemukan kado tak dikenal di kamar saya. Kado itu berisi Arlogi, selembar surat, dan permen bertulis "Happy Birthday". Pasti kado ulang tahun, dalam hati saya. Entahlah siapa pengirim kado tersebut, karena saya cari tidak menemukan satu nama pun.

Saya baca surat yang hampir dua halaman kertas buku Sidu itu. Dalam surat itu dia mengungkapkan rasa terimakasih karena telah banyak belajar dari kehidupan saya. Ya, dia mengatakan suka dan kagum akan kesederhanaan saya. Saya yakin dia adalah orang yang sangat paham tentang seluk beluk kehidupan saya.

Kata sederhana dalam surat itulah yang membuat saya merenung panjang dan merindu akan teman teman seorganisasi dulu di pondok, dimana kami selalu diingatkan oleh para senior tentang kesederhanaan.

Kata senior, sederhana itu, kami harus hebat tapi tidak menunjukkan kehebatannya selagi tak dibutuhkan, penampilan boleh biasa tapi pemikiran harus luar biasa, ramah kepada orang lain dan menghargainya, tidak boleh merasa paling tapi biasa, jujur dan apa adanya, dan masih banyak gambaran lainnya tentang kesederhanaan, yang sampai saat ini masih belum saya pahami sejatinya.

Membaca pragraph di atas, mungkin pembaca bertanya, apakah penulis sendiri memiliki sikap sederhana? Saya jawab tidak tau, karena yang menilai saya adalah orang lain, namun begitu saya selalu berusaha untuk bersederhana dan membiasakannya.

Saya suka hal yang sederhana. Termasuk gaya tulisan. Sampai saat ini saya suka tulisan Ahmad Rifa'i Rif'an, sang motivator muda, dimana gaya bahasanya enteng dan mudah dipahami oleh banyak kalangan. Kata beliau, tulisan sederhana itu membuat sesuatu yang rumit menjadi mudah untuk dipahami, bukan sebaliknya.

Berlaku pula bagi sikap manusia, sikap sederhana itu selalu mengakui keadaan yang ada pada dirinya, sekalipun kehinaan, yang biasanya orang lain tidak terima dan mengakuinya, dia  terima dengan lapang dada. Dia tidak suka berlebihan. Bahasa gampangnya, apa adanya.

Sederhana adalah ketika kita selalu mensyukuri apa yang ada pada dirinya. Apa adanya!


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Jember, 18 Agustus 2018 |Room,  16.00
Share:
Read More

KEKERINGAN


Aku biasa duduk di meja kecil yang terbuat dari anyaman bambu di depan toko kakakku. Dari sana, aku dengan mudah menyaksikan para pengemudi yang berhilir mudik di depan toko. Beberapa hari ini, aku hampir setiap hari mendapati truck yang berulang kali lewat mengangkut galon-galon besar.

Kejadian tadi pagi, aku ikut bantu bapak gali semacam lubang kecil, sumur, di tegal dan terdapat beberapa orang lainnya yang melakukan hal yang sama di tegal dan sawah-sawah mereka. Mereka saling sahut menyahut berbicara tentang mengkrisisnya air di saat para petani lagi membutuhkannya untuk menyirami bibit tembakaunya.

Aku jadi ingat dan sadar bahwa yang diangkut truck itu ternyata air, lalu seperti biasa disalin ke drum-drum kecil dan dibawa pulang oleh warga yang melanggan, seperti beberapa tahun silam.

Perbincangan kaum petani di tegal-tegal itu, aku perhatikan mereka sangat mengharapkan adanya harga tembakau yang meninggi, dan menguntungkan. Mereka tak henti-henti melontarkan ucapan-ucapan doa dalam setiap pembicaraannya. Mereka merasakan bahwa tidak sedikit pengorbanan yang telah dihadirkan dalam merumat tembakau di tengah kekeringan pada musimnya.

Air memang sangat sulit di sebagian besar daerah Madura jika sudah memasuki musim kemarau. Apalagi untuk kebutuhan penanaman tembakau, untuk kebutuhan di rumah saja mendapatinya sangat sulit dan melelahkan.

Melalui tulisan ini, aku mengajak semua masyarakat, khususnya kaum petani, apabila terjadi hal yang tidak sesuai dengan yang didamba-dambakan, entah sekarang atau mendatang, berupayalah untuk selalu menerima dengan ikhlas apa yang diberikan oleh Tuhan, bukan menyesalkan peristiwa apalagi menyalahkan.

Terkadang masyarakat awam menyesalkan dan menyalahkan peristiwa, menyalahkan panas karena dianggap berlebihan, menyalahkan hujan karena dianggap musimnya tak beraturan, serta segala peristiwa yang datang atas kehendakNya, bisa mereka salahkan.

Kita memang tidak pernah tau bagaimana dan seperti apa kehendak Tuhan, namun Tuhan tidak pernah salah dalam berkehendak karena sekecil apapun Tuhan menjadikan sesuatu bukan karena kebetulan, namun atas kuasaNya, yang berwenang.

| Penulis : *M Siryi Zamil
|Sampang, 19 Juni 2018 |Toko, 19.46
Share:
Read More

KADO PERTAMA 21 TAHUN SILAM

"Jika ayahmu masih hidup, cobalah tanyakan kado ulang tahunmu padanya, atau kau mendapatkan kado yang sama dengan saya,  yaitu suara Adzan dan Iqomah"

***

Ketika sebagian teman mengirim ucapan "Happy Birthday", di lini Facebook, messenger, dan juga chat WhatsApp saya. Saya malah ingat ayah saya dulu ketika terdengar melantunkan suara adzan dan iqomah dari dalam rumah tua saya, saat itu adik bungsu saya lahir. Saya waktu itu masih kecil, tapi saya masih ingat betul kejadian itu.

Ayah saya juga pernah bercerita dan bilang kepada saya supaya nanti kalau saya punya anak, saat dilahirkan, suruh langsung dikumandangkan adzan dari telinga kanan, dan iqomah di telinga kiri. Kata ayah, supaya ketika nanti besar dan dewasa selalu ingat dan taat kepada Tuhannya.

Ayah tidak menceritakan saya tentang lelahnya dia bekerja,  tapi tentang bagaimana anaknya bisa dekat sama yang Maha Pencipta. Hal itu lebih menyadarkan saya bahwa dunia tidak ada apa apanya ketimbang akhirat yang sifatnya selamanya.

Dan saat ini, saat sebagian teman teman mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" pada saya, saya jadi ingat 21 tahun yang lalu, saat saya lahir dari rahim ibu saya, meskipun saya tidak tau persis seperti apa kejadiaannya, saya meyakini, bahwa ayah telah melantunkan adzan dan iqomah yang sama di telinga saya dulu.

Saya jadi merenung panjang mengingat semua itu, lalu memastikan bahwa ayah juga berharap sama. Berharap saya jadi anak sholeh yang rajin beribadah, berguna dan berbakti kepadanya.

Ya, pada hari ini, di usia yang ke 21 tahun, saya jadi ingat ayah, yang mungkin telah merangkul tubuh mungil saya dulu dan bersedia melantunan adzan dan iqoma di telinga saya.

Semoga kado adzan dan iqomah pertama itu dijabah dan terserap ke dalam diri saya sampai kelak, sehingga menjadikan saya selalu tergerak ingat Tuhan dan selalu istiqomah dalam beribadah kepadaNya ; istiqomah melakukan sholat 5 waktu, istiqomah baca Al-Qur'an setelah Maghrib dan Shubuh meski hanya satu makra' saja, serta istiqomah bisa sholat Dhuha dan malam, sebagaimana yang selalu diingatkan oleh Mbak saya setiap waktu libur ke rumah.

Dan bagi yang telah berucap selamat dan doa, saya ucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua, kalian adalah teman dan para sahabat saya yang baik. Semoga senantiasa kalian dalam lindunganNya, Amien!

Saya sangat mengaminkan doa doa kalian. Semoga semua doa baik itu dijabah oleh yang Maha Penyayang, serta dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak pula. Amien!

***

13 Agustus 2018. Saya  berulang tahun. Saya berdoa, semoga hidup ini kedepan lebih bermanfaat dan berokah, rajin ibadah, rajin belajar, semangat mengejar cita cita dan tetap membahagiakan kedua orang tua. Amien!

|Penulis : *M. Siryi Zamil
|Jember, 13 Agustus 2018 |Room,  16.00
Share:
Read More
,

AKTIVITAS MERANGKAI KATA


"Jika tidak berani pada semua orang, bejanjilah pada sepasang mata bahwa dirimu akan terus melangkah"

***

Dengan salah seorang teman baik saya yang tak bisa saya sebutkan. Hampir setiap chatingan, saya ditanya tentang menu tulisan olehnya. Kalau memang saya menulis, saya langsung kirim via WhatsApp-nya, tapi kalau tidak, saya jadi merasa punya hutang setoran padanya. Ya, saya merasa punya hutang padanya, ketika setelah seharian atau beberapa harian tak menghasilkan apapun. Saya jadi merasa ditinggal dan sedikit malu ketika dia mengirimkan karyanya namun saya tak bisa membalasnya dengan karya pula, karena kami sudah saling berjanji untuk tetap rajin berkarya dan saling menukarnya.

Meskipun tidak dengan orang lain, sebetulnya saya telah berulang kali berjanji pada diri saya sendiri untuk membiasakan menulis. Tapi untuk bisa rutin melakukannya kadang kala terhadang dengan kurangnya konsentrasi pikiran, disibukkan pekerjaan dan segala macam halangan.

Sangat perlu untuk dibiasakan selagi itu menjadi kebaikan. Suatu pekerjaan jika sudah rutin dikerjakan, mau sekali saja tanggal, seakan punya hutang besar yang sangat berbeban, seakan menjadi kebutuhan yang harus ada di saat yang sama, dan seakan tercatat dosa besar yang mendatangkan penyesalan. 

Sedikit mirip dengan apa yang dikatakan Mas Sandiaga Unu, bahwa suatu Ibadah kalau sudah rutin kita lakukan bukan lagi menjadi sebuah kewajiban tapi menjadi sebuah kebutuhan.

Saya memang suka menulis. Dulu, sebelum saya boleh memegang handphone, saya menulis di kertas. Saya melakukannya dengan rutin, satu hari satu tulisan, atau setidaknya satu halaman kertas, berurut dengan tanggalnya. Dalam pada itu, saya sangat sulit meninggalkan lembaran kertas meskipun dalam sehari saja. Karena kalau sampai meninggalkannya, saya seolah lagi ditarik setoran, sehingga harus saya ganti di hari berikutnya. Hampir tiga tahun saya melakukannya rutin dan berkelanjutan.

Sama dengan beberapa bulan terakhir ini, saya rutin setiap hari menulis. Namun beberapa hari ini, saya mulai bolos menulis, makanya saya jadi terbeban rindu akan kebiasaan itu. Saya ingin memulainya kembali.

Saya hanya terbesit janji yang tidak tau akan bertahan beberapa lama ke depan. Ya, saya hanya mengungkap janji kecil dalam hati bahwa saya akan setiap hari, ingin selalu bersua menuangkan coretan kata melalui abjad yang mewarnai keyboard handphone saya. Biarlah orang berkata apa dengan ketidaksempurnaan tulisan saya. Saya hanya meyakini bahwa semua usaha saya akan sampai pada muara kesuksesan yang saat ini tak tampak di depan mata.

Saya hanya melakukan usaha dan berharap besar bisa seperti mereka yang namanya terkenang meski telah ratusan tahun tiada. Saya bukan si pemilik tulisan, yang menguasai taktik jitu dalam merajut kata demi kata menjadi kalimat penuh makna. Saya hanya seorang manusia awam yang baru jatuh cinta dengan aktivitas merangkai kata.

Teruslah menulis, karena menulis adalah upaya menghasilakan suatu karya yang tak akan pernah mati. Zaman boleh berlalu meninggalkannya namun goresan tinta selalu terpahat dalam di setiap nalar para pembaca. Kekuatan makna tulisannya mampu mengubah ribuan manusia jahiliah menjadi berkeadaban.

Berjanjilah kepada dirimu, untuk melakukannya dalam kebiasaan, selagi itu mendatangkan kebaikan.


|Penulis : *M Siryi Zamil
|Jember, 12 Agustus 2018 |Room, 09,00
Share:
Read More